 |
| Perajin tenun ikat di Sukarara |
 |
| Rumah adat suku Sasak di desa Sukarara |
Karena kelamaan pilih-pilih kain di Sukarara kami jadi ngga sempat mengejar sunset di Senggigi, sebagai pelipur lara Pak Driver mengajak kami foto-foto di sebuah landmark bernama 'Tugu Giri Menang Town Square' (menurut gue sih.. namanya kok wagu alias ngga enak diucapkan ya...). Bentuknya tugu ini seperti mesjid dan berada di tengah-tengah bundaran jalan yang ramai kendaraan.
 |
| Tugu Giri Menang Town Square |
Malam itu kami menginap di Senggigi, dan sarapannya di pinggir pantai dengan pemandangan seperti ini :
 |
| Pantai Senggigi |
Pantai Senggigi suasananya lebih rimbun tapi ombaknya lebih besar dibanding pantai-pantai di Lombok Selatan. Kelihatannya sih ngga bisa buat berenang.
Pagi ini kami menyewa mobil lagi untuk mengantarkan kami ke pelabuhan penyeberangan menuju Gili Trawangan.
 |
| Jalannya menanjak dan berbelok-belok |
Sepanjang jalan kami ngga habis-habisnya terkagum-kagum dengan dengan pemandangannya. Jalan yangkami lalui menanjak dan berkelak- kelok di atas tebing, membuat kami menanti-nantikan kejutan pemandangan yang menunggu di setiap belokan.
Setiap ada pantai cantik kami dengan noraknya serentak teriak Huaa....!! Kereeeen.... !! Wooow....!! Sayangnya kami ngga bisa sering-sering berhenti untuk foto-foto karena pak supirnya mengingatkan agar jangan sampai kesiangan ke Gili Trawangannya. Dia bilang toh baliknya nanti kami bakal lewat sini lagi jagi foto-fotonya nanti aja sepulang dari Gili. Baiklah... temen-temen yang hobi motret langsung simpan SLR nya buat nanti.
Ini beberapa pemandangan yang sempat gue foto :
 |
| Wow! moment |
 |
| Huaaa...! moment |
 |
| Kereeen...! .moment |
Akhirnya kami tiba di sebuah pelabuhan kecil di balik rimbunnya pohon-pohon kelapa. Dan karena kami pergi beramai-ramai (7 orang tepatnya), pak Supir (mobil sewaan) menyarankan kami untuk sewa boat aja supaya lebih fleksibel.
 |
| Kami naik perahu kecil warna kuning yg di sebelah kanan |
Kami tiba di Gili Trawangan bersamaan dengan kapal-kapal yang dmembawa turis dari Bali (dan akan balik lagi ke Bali), bersamaan juga dengan kapal-kapal yang akan berangkat membawa rombongan tur snorkeling. Sehingga suasana di pantai penuuuuh banget , ditambah delman simpang siur meninggalkan debu beterbangan... pokoknya kisruh dan ruwet banget. Benar-benar kesan pertama yang tidak menyenangkan...
 |
| Calon penumpang kapal ke Bali menunggu di pantai |
Sampai beberapa saat kemudian, saat para turis yang datang sudah diangkut delman ke hotelnya masing-masing, dan turis yang akan pergi sudah terangkut kapal... terasalah oleh kami ketenangan Gili Terawangan dan keindahan pantainya.
Gili Trawangan ini punya daya tarik yang ngga dimiliki pantai-pantai lain di Lombok. Disini seliweran bule-bule nyaris bugil dari aneka bangsa... cakep-cakep loh (hehehe... ndeso ya gue). Serasa bukan di Indonesia...
 |
| Snorkeling |
Trus, kami menyewa perahu dan minta diantarkan ke spot snorkeling. Perahunya asik banget deh, ada hammock-nya, tapi snorkelingnya kurang oke, karangnya ancur-ancuran, tapi terobati karena kami ketemu penyu!
 |
| ketemu banyak penyu! |
 |
| Bule-bule menikmati pantai Gili Trawangan |
Sesudah puas snorkeling, kamipun balik ke pantai dan sambil menunggu jemputan kapal kami foto-foto aneka gaya termasuk loncat-loncatan lupa usia sampe ngos-ngosan... lalu duduk-duduk kecapean sambil makan jagung. Oiya... tentunya sambil cuci mata liat bule-bule lewat. Kelihatannya Gili Trawangan ini disukai bule-bule muda dengan perut rata dan body kenceng. Mereka dengan pedenya seliweran ngga pake baju. Gue ngga liat tuh bapak2 atau emak2 bule dengan body layaknya orang yang sudah 'mapan' hehehe...
 |
| Gradasi warna air pantai khas Lombok |
Singkat cerita kami kembali ke pelabuhan di Pulau Lombok dimana naik mobil sewaan kami menunggu disana. Perjalanan kembali ke hotel sangat menyenangkan.
 |
| Pantai Malimbu |
Sesuai janji Pak Supir, dalam perjalanan pulang kami boleh berhenti untuk foto-toto sepuasnya, tapi ternyata viewnya ngga sebagus tadi pagi dimana langit membiru, cahaya matahari menguning, pe
Kami berhenti sejenak (ehm... lama deng) di View Point Pantai Malimbu. Disini pemandangannya ok banget, banyak monyetnya dan banyak asongan jual mutiara murah-murah banget asal gigih nawar aja (keasliannya ngga jamin sih hehehe). Kamipun belanja disini, lumayan lah buat oleh-oleh, modelnya bagus-bagus juga.
 |
| Jalan yang sepi di Malimbu |
 |
| ketemu 'ambulance' roda tiga |
Berhenti kedua kali di sebuah pantai yang kami ngga tau namanya. Teman-teman gue yang ngga suka foto-foto pada duduk-duduk di warung pinggir jalan untuk makan ikan bakar. Sisanya langsung lari ke pantai buat foto-fotoin sunset (termasuk gue). Akhirnya... ketemu sunset juga di Lombok!! Yeah...
 |
| Ketemu SUNSET! yeah...!! |
 |
| Sunset-nya difotoin terus sampe habis |
Hari ini diakhiri dengan acara belanja di toko oleh-oleh yang namanya '
Gandrung Lombok'. Toko ini mirip Mirota di Yogya atau Krisna di Bali isinya kumpulan aneka snack dan kerajinan tangan murah-meriah, kumplit di satu tempat. Abis itu kami makan malam di warung depan hotel. Beberapa teman lanjut ke sebuah cafe ajep-ajep di seberang hotel. Gue langsung balik ke kamar. Tidur!
Besoknya, sebelum pulang kami mampir di restoran 'Taliwang Irama', belum sah dong ke Lombok kalo belum makan ayam Taliwang. Kamipun masing-masing bungkus buat oleh-oleh. Yummy...
Di perjalanan pulang, gue sempat foto Gili Trawangan dari ketinggian. Bye-bye Gili..!
 |
| Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air (ketutup awan). |
Acara perpisahan yang sangat menyenangkan, berkesan dan bikin kami makin akrab. Gara-gara jalan-jalan ini kami jadi pengen lanjut jalan-jalan lagi. Kemana yaaa.....
(Yg cowo-cowo langsung usul ke Gili Trawangan lagi, pemandangannya indah katanya... hihihi...)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar