Rabu, Juni 03, 2015

Survey Gedung Bersejarah di Jakarta Pusat

Awal tahun 2015 ini, kami dapat tugas dari pak Boss untuk mencari lokasi yang oke untuk acara meeting kantor. Biar agak unik, kita mau bikin acaranya bertemakan perjuangan bangsa. Pengennya sih nanti kita sewa tempat  di gedung-gedung bersejarah, tapi yang terawat dan bagus buat foto-foto, idenya sih ya di museum atau rumah tua yang terawat. Bukan yang udah ancur-ancuran, serem...

Ide Pak Bos gue ini emang anti mainstream. Awalnya agak ragu juga, emang boleh ya museum-museum itu  dipinjem untuk umum. Tapi sesudah kami survey ternyata boleh banget loh.... Dan tempatnya juga asik-asik. Ini beberapa tempat yang sempat kami survey :


Kunstring Paleis.

Jl. Teuku Umar No.1, Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10350
Telp. (021) 3900899

Gedung tua yang terawat ini sekarang berfungsi sebagai restoran.Sebelumnya sempat bernama Buddha Bar sekarang berganti nama menjadi Kunstring Paleis. 

Baru masuk aja kami sudah takjub dengan dekorasi ruang tunggu yang mewah bernuansa keemasan. Lalu kami melewati pintu masuk menuju restoran dengan lukisan dinding Presiden RI pertama Bung Karno sedang sungkem pada seorang wanita tua (ibunya ya?). So sweet...



Lukisan Sukarno sungkem

Berhubung hari masih pagi, restorannya masih sepi belum ada pengunjung sama sekali, hanya ada beberapa waiter yang beres-beres. Kami duduk manis di ruang tunggu menunggu mas resepsionis.

Ngga lama, datanglah  si mas resepsionis memberikan daftar harga. Harga paket makan per orang minimal tiga ratus ribuan. Dan kalau kami ingin menggunakan private room harus menggunakan ruangan lantai atas. Kamipun dipersilakan untuk melihat ruangan di lantai atas, tapi berhubung petugasnya sibuk semua jadi ngga ada yang bisa nemenin. Kamipun naik sendiri dengan pedenya.


Private Room lantai atas
Salah satu pojok di ruang tunggu
Di lantai atas ngga ada orang sama sekali. Suasananya remang-remang dan sunyi senyap. Dekorasi ruangannya seperti gambar di atas, tau-tau kok bulu kuduk gue meremang.... gue dan temen guepun liat-liatan.... Abis itu tanpa komando apapun kami berdua langsung ngibrit turun, segera ke tempat parkir dan masuk mobil. Di dalam mobil kami langsung ketawa bareng, dasar sama-sama penakut!


Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Jl Imam Bonjol No 1
Menteng - Jakarta Pusat

Berlokasi di seberang Taman Suropati, museum ini sering banget gue lewati tapi ngga pernah terpikir untuk mampir. Museum ini dulunya rumah pejabat militer Jepang yang sangat ngehits di kalangan anak sekolah yang lagi belajar sejarah kemerdekaan Indonesia. Siapa coba namanya ?
Apa? Kapten Tsubasa?
Salah! Yang bener Laksamana Maeda.

Suasana penulisan naskah proklamasi
Di ruang makan rumah inilah, pada tanggal 17 Agustus 1945 jam 4 subuh, Sukarno, Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo menuliskan naskah proklamasi yang selanjutnya diketik oleh Sayuti Melik.

Di lantai atas ada display naskah proklamasi, radio perekam pembacaan proklamasi dan beberapa patung. Oiya, kita diijinkan mengadakan acara di tempat ini, syaratnya harus membuat surat ijin ke kepala museum. Kita diperbolehkan menggunakan teras belakang rumah dengan pemandangan lapangan rumput. Seperti ini :

Halaman belakang

Sayangnya di tanggal yang kami inginkan tempat ini sudah dibooking oleh sebuah instansi pemerintah untuk rapat mingguan. Ya sudah kami lanjut ke lokasi survey selanjutnya.

(+) tempatnya bersih, muat sampai 30 orang, tersedia kursi lipat, homey banget.
(-) panas (maklum di teras ngga ada AC)


Gedung Arsip Nasional
Jl Gajah Mada No 11140
Jakarta Barat

Gedung yang happening buat acara nikahan ini emang keren banget. Dari jauh aja bangunannya udah eye catching, sangat terawat dan halamannya luas. Ngga heran kalau gedung ini sering digunakan untuk acara-acara kedutaan asing saat mereka kedatangan tamu kenegaraan (Gue liat ada foto-foto acara kedutaan Amerika pas Hillary Clinton ke Jakarta, ada juga foto Pangeran Charles).
Pintu Masuk

Halaman belakang yang biasa buat kawinan

Gedungnya terawat
Sesudah foto-foto kamipun pulang menuju lokasi selanjutnya.

(+) Gedung ini dikelola secara profesional, ruangannya luas mau outdoor atau indoor tinggal pilih.
(-) Mihil bingit kalo untuk sekedar acara kantor.


Museum Sumpah Pemuda
Jl Kramat Raya 106
Jakarta Pusat

Diantara semua lokasi yang gue survey, Museum ini yang paling susah ditemukan karena lokasinya yang nyempil di antara keruwetan jalan Kramat Raya dan ditambah lagi dengan penampakan bangunannya yang biasa banget.

 Di pintu masuk kami mengisi buku tamu dan membeli tiket yang harganya murah banget. Sore itu kami adalah pengunjung nomor 3. Sedih banget ya yang datang sedikit...

Suasana Kongres Pemuda
Museum ini menceritakan tentang sejarah pergerakan pemuda Indonesia terutama saat Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 yang dilaksanakan di gedung ini. Juga menceritakan tentang anak-anak muda  tokoh pergerakan yang dulu kost di rumah ini.

Biola WR Supratman
Oiya, lagu Indonesia Raya pertama kali dinyanyikan di tempat ini saat penutupan Kongres Pemuda, tentunya diiringi  alunan biola Wage Rudolf Supratman. Disini dipamerkan biola tersebut, juga foto-foto WR Supratman (keren lho orangnya). Gue membayangkan beliau tuh selebriti banget...
Aula
Halaman belakang
Disini juga ada aula yang boleh digunakan pengunjung. Secara umum dibandingkan yang lainnya, gue paling suka museum ini. Displaynya informatif dan menggugah semangat kebangsaan banget. Gue terharu melihat kegiatan anak-anak kost jaman tahun 1920-an ini, kumpul-kumpulnya mikirin bangsa. 

(+) Museumnya informatif dan menarik untuk dikunjungi.
(-) tempat parkir sempit, museumnya kecil.



Museum Gedung Joang
Jl Menteng Raya No. 31
Jakarta Pusat


Gedung inilah yang akhirnya menjadi pilihan kami. Pertimbangannya semata-mata karena bangunannya yang photogenic, liat aja deh... di halaman depannya ada pilar-pilar dan anak tangga yang cocok buat bikin foto bersama. Kayak parlemen gitu loh maunya...

Museum ini lebih nyaman dibanding yang lain. Semua ruangnya full AC. Koleksinya terdiri dari peralatan yang dipakai para pejuang Indonesia melawan penjajah, termasuk diantaranya adalah bambu runcing. Di halaman belakang gedung ada ruang kaca berisi dua buah mobil antik bersejarah yang dipakai oleh presiden RI pertama.

(+) gedungnya cantik, parkir luas, lokasi strategis.
(-) ngga ada aula, jadinya kami pakai halaman gedungnya aja.

Sangat disayangkan ya museum-museum  ini sepi pengunjung. Mungkin kurang promosinya,  padahal isinya lumayan loh, membangkitkan rasa nasionalisme dan menambah pengetahuan. Untunglah, gue dapat tugas survey sehingga gue jadi pernah mengunjungi museum-museum di Jakarta Pusat. Yah... minimal sekali seumur hidup.

Tidak ada komentar: