Ini cerita jalan-jalan ke Lombok bersama teman-teman sekantor dalam rangka perpisahan karena unit kerja kami mau bubar.
Hari sudah malam saat kami tiba di Bandar Udara Internasional Lombok. Sebagaimana yang sering diceritakan orang-orang, kamipun disambut oleh warga lokal yang duduk-duduk di lantai bandara. Ya ngga papalah mungkin ini hiburannya mereka...
Di pintu keluar bandara ada beberapa counter penyewaan mobil, dengan tabel tarif resmi. Pheeww... lega deh biarpun tiba disana malam hari transportasi ngga masalah. Rombongan kamipun segera menuju Hotel Segara Anak - Kuta.
 |
| Gerbang Masuk Hotel Segara Anak |
Selama perjalanan menuju hotel suasana gelap gulita tanpa cahaya jalan secercahpun. Perasaan gue ngga enak banget.... Untunglah kami selamat sampai di hotel tanpa harus mogok dan uji nyali (... hehehe efek kebanyakan nonton film horor nih).
Ternyata hotelnya bagus juga, masing-masing kamar memiliki teras dan ada banyak pohon-pohon rimbun di halamannya. Kamarnya luas, bersih dan ada kelambunya. Asik ya kayak main tenda-tendaan.
 |
| Ranjangnya anti nyamuk |
Sesudah taruh barang kamipun keluar lagi untuk cari makan malam di warung terdekat. Di sepanjang jalan banyak warung-warung terbuat dari bilik bambu menjual makanan dan aneka souvenir.
Pagi harinya, dengan semangat empat lima kami bangun pagi, dengan kostum warna warni rombongan kami langsung nyebrang jalan menuju pantai Kuta.
Pantai Kuta pagi itu indaaaaaah banget. Airnya jernih, sepi ngga ada orang, cuma ada beberapa sapi aja yang langsung pergi liat kami. Langitnya biru dan butir pasir pantainya seperti merica. Kami bahagia banget berada di sana.
 |
| Disambut rombongan sapi |
 |
| Awan berbaris |
 |
| airnya cuma semata kaki |
 |
| Mengagumi Pantai Kuta Lombok |
Sesudah sarapan kami siap jalan-jalan dengan naik mobil sewaan. Tujuan selanjutnya adalah Pantai Kuta yang berada di bagian belakang hotel Novotel Lombok. Dan ternyata... kamipun bengong lagi melihat pantai yang sangat indah seperti ini...
Gue gambarkan ya... ini pemandangan di sisi kiri gue :
 |
| Belakang hotel Novotel |
Dan ini pemandangan di sisi kanan gue
 |
| Kuta Lombok |
Dan ini pemandangan di depan gue (yang lagi berteduh) :
 |
| Temen gue siap-siap selfie pake tripod |
Di pantai ini terjadi insiden yang sempat merusak suasana, salah satu teman kami kehilangan handphone. Kami cari-cari sampai gali-gali pasir segala ngga ketemu juga. Para pedagang asongan yang tadinya kami anggap nyebelin karena ngikutin mulu ternyata baik-baik dan menjamin mau mengembalikan kalau satu saat ada yang menemukannya dan minta no HP kami untuk dihubungi. Ok deh, kamipun segera pergi menuju Tanjung Aan.
 |
| Jalan menuju Tanjung Aan |
Jalan menuju Tanjung Aan sepi banget. Di kanan kiri kami hanya ada semak rerumputan kering. Saking panasnya, kalau ada pohon agak rindang sedikit maka di bawahnya ada kerbau berteduh.
 |
| Kerbau berteduh |
Mungkin, makin rendah curah hujan di suatu tempat, makin indah pantainya. Soalnya pantai Tanjung Aan ini juga sumpe lebih cakep daripada pantai-pantai sebelumnya (yang mana padahal kami udah mangap-mangap terkagum-kagum)
Setiba di Tanjung Aan kami disambut sebuah bukit kecil di tengah-tengah sebuah teluk. Uniknya pasir pantai sebelah kanan bukit ini berbentuk merica, sedangkan di sebelah kiri pasirnya halus seperti tepung.
 |
| Bukit kecil di Tanjung Aan |
Dan inilah pemandangan dari atas bukit kecil tersebut, ini pemandangan sebelah kanan gue :
 |
| Pantai Tanjung Aan #1 |
Ini pemandangan sebelah kiri gue :
 |
| Pantai Tanjung Aan #2 |
Ini pemandangan di depan gue :
 |
| Laut lepas diantara dua daratan |
Di sini kami disusul abang asongan dan penemu handphone yang hilang di Pantai Kuta. Ternyata HP ditemukan oleh seorang nelayan, dan dia minta tebusan mahal banget. Temen gue ngga mau nebus karena uang segitu ngga sesuai sama kondisi HP nya yang udah butut. Dia bilang ambil aja HP nya saya cuma butuh SIM cardnya aja. Si abang asongan yang nganterin marah ke abang nelayan karena ambil keuntungan dari kemalangan teman kami dan itu merusak nama baik orang Lombok. Akhirnya HP dibalikin dan temen gue ngasih uang sekedarnya aja ke mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar