Senin, November 21, 2011

Day Trip to VENEZIA

Siapa sih yang ngga penasaran sama Venezia ? tempat yang diagung-agungkan sebagai salah satu tempat paling romantis abis itu...

Hari ini kami bertiga mau kesana. Kami berangkat dari stasiun Milano Centrale naik kereta jam 10 pagi dan butuh waktu sekitar 2 jam untuk tiba disana.

Di kereta ada kejadian yang ngga terlupakan. Ceritanya gue dan Tata duduk berhadapan, di samping kami ada 2 bapak-bapak Italiano udah berumur gitu deh. Yang satu bahasa Inggrisnya pas-pasan tapi nekat ngajak Tata ngobrol. Yang satunya lagi diem aja, karena ngga bisa bahasa Inggris.  Tau-tau entah apa topik pembicaraannya, Tata nunjuk gue sambil bilang : temen saya yang ini bisa bahasa Prancis. Bapak-bapak yang tadinya diem aja itu langsung mendadak sontak ngajak gue ngobrol was wes wos pakai bahasa Perancis. Seneng banget dia bisa nimbrung ngobrol sama kami. Beng yang duduk di kursi seberang terkagum-kagum melihat kami ngobrol dengan bahasa yang serba pas-pasan itu. Hehehe... Ternyata mereka berdua itu bersahabat sejak remaja, saat ini mereka baru aja pensiun, dan memutuskan untuk traveling berdua. Keren ya?
transportasi umum di Venezia
Ok, singkat cerita keretapun tiba di  di Venezia. Di depan stasiun kami melihat ada sungai dengan kapal seliweran. Ternyata disini kapal jadi alat transportasi umum. Kamipun membeli tiket 1 day pass yang bisa dipakai naik turun sepuasnya seharian, langsung kami ke dermaga untuk naik kapal jurusan SAN MARCO.

Perjalanan dengan bis air ini lumayan asik juga karena kami melewati GRAND CANAL dengan pemandangan kanan kiri yang Venezia banget. Sayang hari ini cuaca mendung. Foto-foto yang kami buat hasilnya kurang maksimal.

Rialto - Salah satu jembatan di Grand Canal


Pemandangan di tepi Grand Canal
Jadi buat yang belum tau, Venezia ini adalah sebuah PULAU yang padat bangunan dan jalan-jalannya sempit-sempit banget, lebih cocok disebut gang. Tapiiii....  gang-gang-nya belum tentu bisa diinjek lho, karena bisa jadi berupa parit (hahaha... udik banget gue, bahasa kerennya parit itu kanal ya?).  Kanal-kanal itu jadi tempat lewatnya gondola.
gondola di kanal sempit
Gangnya sendiri kadang saking sempitnya kita harus jalan miring terutama kalau papasan sama bule gendut :) Tapi biarpun  sempit tetap cantik dan nyaman. Jauh dari kesan kumuh. Dan asiknya lagi, gang disini ngga kayak gang jaman gue kuliah di Bandung dulu, yang kalo lewat harus bolak balik ngomong punten :) 
salah satu gang sempit 
Well, tentu saja kami sudah tau kalau jalan-jalan  sempit di Venezia ini saking ruwetnya membentuk labirin yang membingungkan. Dan kami sebenarnya sudah siap tersesat di antara labirin itu, Sayang waktu kami terbatas, dan jalan muter-muter di gang-gang Venezia kalau waktunya mepet malah bikin stress, takut habis waktu gara-gara nyasar. 

Basilica San Marco
Venezia itu emang enaknya  dinikmati jika kita punya waktu banyak. Apalagi kalau ditambah duit banyak, lebih mantep lagi, karena setiap gang di Venezia ini ternyata isinya sama semua : TOKO dan RESTORAN!

Walaupun cuaca dingin begini, tetap turisnya banyak banget. Dimana-mana turis.. Kebanyakan sih rombongan tur gitu, pasangan honeymoon yang mesra-mesraan malah jarang keliatan, saking jarangnya pernah pas ada pasangan romantis  gitu naik gondola, para penumpang waterbus  pada tunjuk-tunjuk sambil moto-moto... noooh liat noooh ada pasangan bulan madu kayak di film-film.... hihihi...
makan pasta di Venezia

Oiya,untuk kedua kali di trip ini kami makan di restoran yang harganya sama mahalnya dengan kemarin (di Milan),  karena disini kami ngga nemu tempat makan yang sederhana, untunglah rasanya enak banget. Ngga rugi bayar mahal. Gue cuma kuatir lama-lama kami terbiasa makan di tempat mahal begini, bisa gawat pengeluaran.


meninggalkan Venezia - menuju Lido

Akhirnya sebelum pulang, kami naik kapal umum lagi, tujuan Lido. Tanpa tau Lido itu apa. Setiba di sana ternyata Lido adalah sebuah pulau yang isinya penduduk 'normal' bukan turis. Disini kami nemu Dept Store yang jual baju-baju winter yang keren-keren dan harganya ngga mahal. Huh, tau gini beli jaket disini aja, ngga di Jakarta. Dan bersama dengan orang-orang lokal, kami ikut meramaikan suasana belanja Natal yang heboh.

Hari sudah gelap saat kami kembali naik waterbus ke stasiun kereta api, otomatis ngga ada yang bisa dilihat di jalan, mayoritas penumpangnya pun kelihatannya penduduk lokal. Dan ternyata Lido itu jauh banget. Butuh waktu hampir 1 jam untuk sampai ke stasiun kereta. Sampai disana kamipun langsung beli tiket, balik ke Milan!! Senang rasanya hari ini, kami bisa melihat Venezia bukan cuma dari kerumunan turis-turisnya saja tapi juga kehidupan masyarakat lokalnya juga.

Tidak ada komentar: