jalan ngga berujung menuju stadion
|
Dari stasiun Lotto perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri tembok penuh grafiti. Yang ternyata.... jauuuuuh banget! Ditambah udara super dingin pula.
| San Siro Stadium a.k.a Stadio Guiseppe Meazza |
Singkat cerita kamipun sampai di Stadion dengan kaki pegel. Untuk bisa masuk kedalam stadion kami harus beli tiket Stadium Tour. Tour diikuti oleh sekitar 20 orang dan dipimpin guide cewe yang enerjik banget, bahasa pengantarnya Inggris dan Italia. Oiya, seperti kita tau, stadion ini digunakan bersama oleh klub AC Milan dan Inter Milan. Dalam tour ini kami diajak melihat ruang ganti milik kedua klub ini. Dan tampilannya beda banget. Yang milik Inter polos dan sederhana, sedangkan milik AC Milan lebih mewah dan modern, katanya sih sesuai style-nya Berlusconi si pemilik klub yang doyan kemewahan.
Kebetulan saat itu stadion sedang dipersiapkan untuk pertandingan Liga Champion AC Milan vs Barcelona besok malam, jadi kami berkesempatan melihat para crew TV install peralatan. Sayang nanti sore kami sudah harus terbang ke Barcelona jadi ngga bisa merasakan suasana kota Milan saat ada pertandingan bola. Yah.. moga-moga di Barcelona nanti kami bisa nonton pertandingannya di TV.
Kebetulan saat itu stadion sedang dipersiapkan untuk pertandingan Liga Champion AC Milan vs Barcelona besok malam, jadi kami berkesempatan melihat para crew TV install peralatan. Sayang nanti sore kami sudah harus terbang ke Barcelona jadi ngga bisa merasakan suasana kota Milan saat ada pertandingan bola. Yah.. moga-moga di Barcelona nanti kami bisa nonton pertandingannya di TV.
| rumput San Siro |
![]() |
| kamar ganti - AC Milan |
Dan dengan rasa males kamipun harus kembali ke stasiun metro Lotto, dengan cara jalan kaki lagi... Gue jadi ngebayangin nasib para fans Milanisti kalo nonton pertandingan. Belum nonton aja kaki sudah pegal. Mending kalo menang, lha kalo kalah.. eneg banget jalan kaki pulang sambil gondok. Kedinginan pula.
Setiba di hotel kami langsung minta dipanggilkan taksi ke resepsionis, dan ternyata ongkos taksi ke halte bis Airport itu harganya ngga jauh beda dibanding kalo kami bertiga naik Metro. Huh.. nyesel deh pas dateng naik Metro...setengah mati bawa tas berat.
[Thank You God for this Milano trip, for some people this city could be 'just' -a nothing to see- ordinary metropolitan city, but to me Milano is amazing. I love this city, I love the food, the park, and especially... the beautiful people. I don't mind to come back here again... someday....].

Tidak ada komentar:
Posting Komentar