Kamis, Desember 08, 2011

Istanbul di sore hari

Karena sebelumnya kami sudah sempat mengikuti city tour gratis dari Turkish Airline saat transit otw Jakarta - London, maka di kunjungan kali ini kami hanya ingin jalan-jalan santai saja, sambil nyobain makanan lokal dan belanja ke pasar tentunya.
Makan siang
Perjalanan diawali dengan makan siang yang kesorean di sebuah restoran dekat Hagia Sophia. Kami makan steamed fish dan sayuran yang rasanya enak banget, tapi harganya sama sekali ngga murah.

Cuaca sore ini cerah sekali. Langit biru dan matahari bersinar. Tapi udara tetap dingin. Kamipun dengan semangat empat lima jepret sana sini... di tempat seindah ini rasanya tidak perlu jadi fotografer handal buat bikin foto yang bagus.

sore yang indah di Hippodrome
Selanjutnya kami memutuskan untuk naik trem ke jembatan Galata. Tiketnya berupa token (semacam koin plastik) yang bisa dibeli di mesin  dengan harga jauh dekat 2 Lira. Mungkin karena saat itu pas jam pulang kantor, trem yang lewat selalu penuh banget. Penuhnya keterlaluan, sampe pintu nyaris ngga bisa tutup. Untunglah kami masih bisa nyelip diantara para penumpang.

trem di depan Hagia Sofia

KESAN PERTAMA tentang Istanbul : PADAT. Baik bangunannya, transportasi umumnya, lalu lintasnya dan juga orang-orangnya. Seliweran terus ngga ada habisnya.  Ceweknya cantik-cantik dan cowoknya ganteng-ganteng. No question about this. Tapi cowok-cowok Turki itu kalo ngeliatin perempuan lengket banget tanpa malu-malu, yang diliatin jadi keringet dingin (gue maksudnya hehehe). 
Saat naik trem itu, kami melihat dari jendela pemandangan laut Marmara di saat matahari sedang terbenam, tau ngga sih loe.. masa cahayanya berwarna pink !!  Seluruh langit, permukaan laut dan kota di seberang laut jadi memantulkan cahaya pink !! Gue belum pernah melihat pemandangan matahari terbenam di sebuah kota besar sebegini indahnya. Pengen jerit-jerit rasanya. woow... wooow...woooow.... cantiknyaaa...

Sayang gue lagi desak-desakan di dalam trem jadi ngga bisa motret. Noraknya, yang terkagum-kagum dengan pemandangan yang majestic ini kelihatannya hanya Gue, Beng dan Tata. Penumpang lainnya noleh aja ngga. Mungkinkah mereka sudah bosan karena setiap hari disuguhi pemandangan seperti ini?

Begitu trem berhenti di dekat jembatan Galata kamipun segera turun untuk mencari spot di pinggir laut buat motret. Ternyata untuk menyeberang jalan kami harus turun dulu lewat basement, yang isinya pasar padat. Begitu kami sampai di atas mataharinya sudah hilang, dan warna langitnya tinggal semburat oranye. Yah... kecewa.

gagal mengejar sunset
Sebagai pengobat rasa kecewa, kamipun jalan-jalan menyebrangi jembatan Galata, nonton orang-orang yang sedang mancing. Kami kira di seberang jembatan itu sudah sisi Asia-nya Istanbul. Ternyata ini masih sisi Eropa. Nothing special. Ya sudah deh, kami balik arah berjalan ke sebuah mesjid bagus, namanya Mesjid Yeni.

mesjid Yeni difoto dari jembatan Galata
Beng memutuskan untuk sholat maghrib disini. Dan untuk pertama kalinya seumur hidup gue, gue moto-moto dia lagi sholat. Norak? biarin, kapan lagi bisa motret dia sholat di mesjid sebagus ini. Dan gue baru nyadar, selama trip ini kami foto-foto melulu di gereja-gereja bagus. Disini, giliran Tata dan Beng (yang Muslim) menikmati mesjid-mesjid yang indah. Friends, take your time & enjoy your pray!
[...and don't forget to pray for me! :)]

Tidak ada komentar: