Ngga terasa trip kami hampir berakhir. Agak sedih, mengingat gue ngga yakin bakal bisa liburan kayak begini lagi. Sekaligus agak senang juga karena gue akan kembali ke kehidupan normal, ketemu orang-orang tercinta, tidur di kasur gue lagi (oh kasur I miss you), bisa nonton bioskop lagi (berapa film nih kelewat gara2 traveling), bisa jalan-jalan ke mall lagi (Omaigah gue kangen banget sama PIM!), bisa makan nasi padang, bebek goreng, ketoprak, somay, ... (udah lah, ngga akan habis kalo diterusin).
Yah, segala sesuatu emang pasti ada akhirnya (kecuali Cinta Fitri, yg tak pernah berakhir? hehehe...).
Dan untuk terakhir kalinya, kami menyeret koper menuju stasiun Paddington London untuk naik kereta Heathrow Express menuju airport. Sesampai di airport kami kembali menjalani proses ritual check in, imigrasi, dan duduk-duduk menunggu gate dibuka.
[...God, I've already missed London... again]
Sesudah delay sekitar 2 jam akhirnya kami terbang juga ke Istanbul. Kami mendarat saat hari masih pagi buta. Duh, mata gue pedes banget. Kamipun memutuskan untuk naik taksi ke hotel yang sudah kami booking, namanya Hotel Albatros. Taksi airport ini memasang harga per orang 15, kirain dalam Turkish Lira, eh ngga taunya dalam Euro. Dem.
Sesampai di hotel, kami dipersilakan menunggu di lobby. Belum bisa check in karena kamarnya penuh. Lalu kami diajak ngobrol oleh resepsionis hotel yang ramah banget dan ngga bisa diem. Dia ngomoooong terus ngga brenti-brenti. Segala macem diceritain, termasuk ngajarin bahasa Turki. Oiya, 'terimakasih' dlm bahasa Turki adalah 'tesekur ederim' (moga2 beneran, bukan ngomong jorok). Dan ternyata ujung-ujungnya dia nawarin city tour. Sayang, kami ngga minat. Gagal. Dia pun pergi.
Dan syukurlah, sekitar jam 8 pagi ada tamu yang check out sehingga kami bisa masuk kamar. Kamarnya luas, warnanya serba peach dengan dekorasi yang penuh rumbai-rumbai... Turki banget deh. Habis mandi kami leyeh-leyeh dan tertidur dengan sukses. Bangun lagi sekitar jam 2 siang. Kacau banget ya? turis macam apa kami ini, di kota seindah Istanbul malah tidur siang. Sejujurnya kami adalah jenis turis yang optimistis bahwa satu saat kami bakal balik lagi kemari, jadi ngga usah ngoyo. Yang penting cukup tidur dan cukup makan (inilah tips agar tetap bugar selama traveling dari kami hehehe...)
Perut lapar, cuaca cerah. Kamipun siap jalan-jalan lagi di Istanbul.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar