Selama kunjungan gue ke Istanbul, gue sempat datang ke dua pasar terkenal (yang selalu tercantum dalam panduan belanja di Istanbul), yaitu Spice Market dan Grand Bazaar. Gue juga sempat eksplore jalanan sekitar Hippodrome dan menemukan tempat ini adalah tempat yang asik karena penuh dengan toko-toko yang menjual barang-barang unik. Inilah beberapa hal yang bisa gue ceritakan tentang shopping disitu.
[Semua ini pengalaman pribadi gue dan ngga bisa dijadikan patokan karena beda orang bisa jadi beda pengalaman]
PEDAGANG
[Semua ini pengalaman pribadi gue dan ngga bisa dijadikan patokan karena beda orang bisa jadi beda pengalaman]
![]() |
| pedagang manisan yang ramah banget |
Secara garis besar karakter khas orang Turki itu ada dua macam:
Pertama, mayoritas orang Turki itu RAMAH to the max. Termasuk pedagangnya. Mereka senang sekali mengajak ngobrol dan entah kenapa selalu menanyakan negara asal kita dari mana. Jadi kalau kita jalan ke pasar atau ke pertokoan, sepanjang jalan orang-orang Turki itu akan bertanya : 'where you from'.... 'where you from'....
Pertama, mayoritas orang Turki itu RAMAH to the max. Termasuk pedagangnya. Mereka senang sekali mengajak ngobrol dan entah kenapa selalu menanyakan negara asal kita dari mana. Jadi kalau kita jalan ke pasar atau ke pertokoan, sepanjang jalan orang-orang Turki itu akan bertanya : 'where you from'.... 'where you from'....
Kedua, adalah tipe angkuh. Susah senyum dan dagu selalu terangkat. Mereka tetap senang mengajak kita ngobrol, tapi komentarnya suka ngga enak didengar. Yah mungkin dia keturunan bangsawan atau kasta tinggi... never know lah... namanya juga di negara orang, terserah dia ...mau ramah atau mau jutek.
Ok sekarang gue cerita tentang pasarnya.
GRAND BAZAAR
Kalo kita googling maka data-data tentang pasar ini akan membuat kita terkagum-kagum. Gimana ngga, ini pasar gede banget, tua banget dan interiornya indah banget. Aneka souvenir dan barang-barang khas Turki ada semua, dengan kata lain tempat ini adalah surganya orang yang cari oleh-oleh.
Sayang gue cuma sebentar disini, jadi belum fasih tawar menawar dengan pedagangnya. Kebetulan gue sempat ketemu penjual yang agak mencurigakan. Masak ada penjual yang bilang kalo dia dengan berat hati setuju dengan harga yang kami tawar dengan alasan karena kami dari Jakarta, apa hubungannya? ngga masuk akal. Emang gubernur kita ada agreement sama dia?? Ada juga penjual yang memarahi anak buahnya karena kasih harga kemurahan ke gue, laaah paling juga emang harganya segitu.
SPICE MARKET
Spice market ini mirip dengan Grand Bazaar dalam skala yang lebih kecil, interiornya juga sama-sama dihiasi mozaic keramik warna-warni khas Turki. Bedanya disini lebih banyak yang menjual makanan dan semua rasanya enak-enak, antara lain : kacang-kacangan, aneka teh, manisan buah-buahan, dan aneka dodol (alias baklava). Oiya, sesuai namanya disini juga banyak tersedia aneka bumbu dapur/rempah-rempah.
| aneka bumbu dapur |
Untuk jenis makanan yang sama harganya bervariasi banget antar toko, gue jadi bingung apa bedanya antara yang mahal banget sama yang mahal aja (ngga ada yang murah soalnya hehehe...), karena kalo dicicipi rasanya kurang lebih sama. Mungkin mirip sama bakpia di Yogya ya? banyak merk tapi rasanya ya gitu-gitu aja bukan?... enak nggak-nya tergantung selera.
![]() |
| Hippodrome shopping street |
SHOPPING STREET SEKITAR HIPPODROME SQUARE
Toko-toko di sepanjang jalan ini selalu rame sama turis. Mungkin karena lokasinya yang dekat Blue Mosque dan Hagia Sophia. Jenis barang yang dijual juga ngga jauh beda dengan di Grand Bazaar dan Spice Market tapi tampilannya lebih mewah sehingga wajar kalo harganya lebih mahal. Jadi kalau kita, misalnya mau beli oleh-oleh dodol Turki yang kemasan dan merk-nya ngga malu-maluin ya bisa beli disini, moga-moga si penerima tahu kalo itu dodol high class.
SOUVENIR
Kalau kamu tipe orang yang gemar sama kerajinan tangan, pajangan dan barang seni, siap-siap aja bawa uang Lira yang banyak kesini, karena kamu bakalan kalap! Pokoknya ya, di sini tuh piring, mangkok dan gelas yang dilukis-lukis aja hasilnya jadi bagus banget! Belum lagi karpet, pashmina, aneka accessoris kalung gelang anting yang ampyunnn keren-keren banget deh... (oiya, gue belum bilang tasnya juga lucu-lucu ya?).
Mata Uang : tentu saja Turkish Lira (harga 1 TL sekitar Rp 6 ribu). Mata uang Euro juga diterima tapi kembalian tetap dalam Lira. Makanan khas wajib dicoba : pizza, kebab, puding, buah delima (ukurannya gede banget), ...etc. Aktivitas wajib dicoba : Turkish massage.
Kesimpulan : Istanbul is HEAVEN on earth! >> for shopaholic.
[incl. for food lover & fashionista... girls, may God help us]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar