Minggu, Oktober 30, 2011

Schengen Visa -Swiss is not for me-


DULU kalau ada orang yang bilang bikin visa ke Eropa itu ribet dan susah, maka gue akan menjawab : Masa sih? Gue dua kali bikin visa Perancis lancar-lancar aja. Bukannya nyombong, tapi emang kenyataannya begitu. Tapi itu DULU. Sekarang gue ngga akan bilang begitu lagi karena akhirnya gue pun  merasakan ribetnya bikin visa schengen.

sukses visa swiss 2007
Ini semua gara-gara tiket promo Turkish Airlines yang membuat kami mendadak memutuskan mau traveling ke Eropa. Pada tanggal 25 September yang bersejarah kami dengan pedenya beli tiket Jakarta - London PP untuk keberangkatan tanggal 20 Oktober. LESS THAN 1 MONTH. Bener-bener traveler yang optimis!!

Kamipun segera bikin visa UK, yang ngga disangka selesai dalam 2 hari kerja, cepet banget!! Trus habis itu kami siap-siap bikin visa Schengen. Merasa sudah berpengalaman maka kami pikir visa Perancis mah gampang laaah. Eh ternyata.... di luar perkiraan... untuk submit dokumen ke kedutaan Perancis antriannya sudah penuh sampai beberapa minggu ke depan. Gawat nih... padahal standard waktu pembuatan visa Schengen itu biasanya butuh waktu 10-15 hari kerja. Waktu kami ngga cukup.

Kamipun browsing sana sini, mencari tahu kedutaan mana bisa langsung datang untuk submit dokumen (tanpa registrasi online) dan ketemu, yaitu kedutaan Swiss. Sesudah berkas-berkas persyaratan siap, datanglah kami ke kedutaan Swiss di Kuningan jam 9 pagi dan langsung dapet kabar buruk, nomor antrian untuk hari ini sudah habis, silakan datang lagi besok pagi. Ok lah gapapa.

Besok paginya kami datang lagi jam 7 pagi. Ternyata sudah agak banyak juga yang datang. Karena kantor kedutaan baru buka jam 9 dan kursi yang disediakan terbatas maka daripada pegel kami dan para pengantri lainnya duduk-duduk di... trotoar. Di antara kami ada seorang anak konglomerat yang didampingi 2 bodyguard ( kalo gue sebut nama perusahaan bapaknya semua orang Indonesia pasti kenal), tapi walau dia tajirpun di hadapan pemerintah Swiss nasibnya sama dengan kami : duduk di trotoar, hehehe....

Singkat kata gue dapat urutan nomor 4, jam 9 lebih sedikit masuklah gue sementara temen-temen gue nunggu di gerbang. Petugas penerima dokumennya perempuan asing yang bahasa Indonesianya lancar. Sesudah dia cek berkas gue dengan bangganya diapun menyatakan dokumen gue DITOLAK karena ada syarat yg gue belum lampirkan yaitu : tiket transportasi dari Inggris ke negara Schengen PP plus bukti booking hotel yang SUDAH LUNAS alias non refundable. OMG... secara style jalan-jalan kami kan fleksibel.... mana mungkin hotel dibayar lunas??? pantes yang antri disini orang2 bisnis semua... ngga ada backpacker kere kayak kami.

Keluarlah gue dengan cengar cengir asem, disambut teman2 gue yang kecewa melihat berkas2 masih kumplit ada di tangan gue. Ngga mungkin kami bisa bikin visa Swiss kalo syaratnya kayak begitu, kami harus bikin visa lewat negara lain. Lalu kamipun segera pergi dari situ dengan langkah gontai, menuju kantor travel agent  untuk reschedule tiket Turkish Airline kami. Hiks...

Kesimpulan : visa Swiss sama sekali ngga backpacker friendly.

(bersambung...  ke kedutaan selanjutnya)

3 komentar:

Erwin Sy mengatakan...

penasaran nunggu lanjutannya hehehe

Sapi Lucu mengatakan...

Hi mbak, yg paling gampang itu Schengen dari Belanda, atau kalo mw lebih sepi lg dari kedutaan Belgia.
Bookingan hotel rata2 suka diminta skrg, coba via www.asiarooms.com aja yg tdk charge di dpn jd boleh booking dulu.

MJ's Blog mengatakan...

pakelah calo untuk membuat visa schengen anda (Ajaran sesat tp kan ga bikin stress) xixixixi