Ok, trip kali ini adalah trip terlama sepanjang sejarah per-traveling-an gue (total 24 hari!). Teman perjalanan masih seperti biasa, Tata dan Beng. Kami bertiga sudah lamaaaa banget pengen ke UK, syukurlah tahun ini pas banget kami bisa dapat ijin cuti besar dan pas ada rejeki pula, dan mimpi guepun bisa jadi kenyataan.
Sesudah berhasil mendapatkan visa, akhirnya kami menentukan akan berangkat akhir November dan kembali di awal Desember. Bukan waktu yang ideal buat jalan-jalan ke Eropa karena saat itu udara sudah dingin tapi salju belum turun. Untunglah kami traveler yang ngga nuntut macem-macem, bisa berangkat aja sudah bersyukur sama Tuhan.
Kamipun segera menyusun itinerary yang sedetil-detilnya, yang mengakomodasi keinginan masing-masing, yang ternyata ngga terlalu banyak (buat gue yang penting ke London, Beng harus ke Manchester, Tata yang penting ke Swiss dan Southampton) dan sisanya kami lebih banyak ngomong 'terserah aja'... 'terserah elo gue ngikut'... Untunglah kami bertiga punya minat yang relatif sama jadi ngga terlalu sulit menyatukan keinginan, adapun keinginan itu adalah : mengunjungi stadion bola. Hehehe... agak aneh memang....
Dan inilah rute perjalanan kami :
Jakarta - Istanbul (transit) - London - Milano - Barcelona - Basel (lanjut keliling Swiss) - Edinburgh - Manchester - Southampton - London - Istanbul - Jakarta.
Seperti biasa, persiapan selanjutnya yang paling memakan waktu adalah booking hotel, booking tour, booking tiket kereta, tuker uang Euro dan Poundsterling (agak susah di Jakarta), untungnya tiket pesawat udah dibeli pas sekalian buat visa. Wah kami sibuk sekali deh...
Oiya, persiapan yang lebih seru adalah masalah kostum. Karena disana bakalan dingin, maka guepun belanja-belanja sweater dan jaket bulu angsa murah meriah di Pasar Baru (hihihi... know this place??) niatnya sih siap dibuang di perjalanan. Dan berhubung kota-kota yang dikunjungi bervariasi iklimnya maka gue pun menyiapkan beberapa jaket (untuk suhu hangat - suhu dingin - suhu dingin banget), kaos kaki dan underwear sebanyak2nya dengan niat bakal dibuang, topi, syal, pelembab, blablabla... dll.
Packing untuk traveling lebih dari 20 hari ini sumpah bikin pusing. Dan gue bersyukur saat akhirnya semua beres masuk koper dan ransel saat hari H tiba. Anehnya gue ngga nervous. Biasa aja. Cuma yaah... agak gembira aja :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar