Minggu, November 05, 2017

Travel Tips Jalan-Jalan ke Rusia


Karena saya ngga mau perjalanan pertama saya ke Rusia ini gagal, sebelum pergi saya sudah mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya sehingga saat trip nanti saya sudah ada gambaran. Dan berikut ini saya coba ceritakan kondisi yang saya lihat disana dibandingkan dengan informasi yang ada di internet.

Orang Rusia Ngga Mau Senyum?

Dari berbagai website saya mendapat info bahwa stereotype orang Rusia itu dingin dan jarang mau senyum  karena konon kabarnya senyum tanpa sebab itu hanya dilakukan orang bodoh ( ya bener juga sih). Lalu bagaimana kenyataannya? Ternyata SALAH BANGET. Orang-orang yang melayani kami di restoran & toko, ataupun yang kebeulan kami ajak bicara di jalan (pas numpang tanya sama yg bisa bhs Inggris) mereka memberikan senyum dengan normal. Orang lokal sesama tamu hostel malah ngajak ngobrol dalam bahasa Inggris. Ngga se-serem yang saya bayangkan. Secara umum sama sajalah dengan negara-negara Eropa lainnya. 

Tadinya saya juga menyangka kalau anak-anak muda Rusia jaman now pasti tertekan banget di bawah pemerintahnya yang ngga memberikan kebebasan buat berekspresi, eh ternyata setiap malam kami lihat di jalanan depan Hostel kami di Moskow, namanya jalan Arbat, ada banyak grup-grup band remaja yang perform. Trus yang nonton juga banyak, sambil joget-joget minum bir di bawah hujan rintik-rintik. Kayaknya sih makin malam makin mabok. 

Orang Rusia saat di tempat umum kelihatan tertib dan taat banget-banget pada aturan. Beberapa kali kami kena tegur petugas (ini aib ya... jangan ditiru hiks...) karena foto-foto dengan gaya yang ajaib, yaitu: tiduran di stasiun Metro (ndeso memang..), lalu pose yoga berdiri satu kaki di museum sehingga kalau jatuh bisa menimpa patung berumur ratusan tahun, pernah juga dibentak karena ke gep motret di gereja, dll...
Gara-gara bikin foto ini (duduk di lantai) kami ditegur petugas
Mereka juga kelihatannya punya etika untuk ngga bersuara saat naik kereta bawah tanah, saya lihat mereka pada mingkem semua sepanjang jalan. Saat  rombongan kami ngobrol dan cekikikan orang-orangpun memandang kami dengan lirikan tajam setajam silet (atau perasaan saya aja kali ya). 


Orang Rusia Ngga Punya Agama?

Sesudah keruntuhan era Uni Soviet di awal tahun 1990-an, masyarakat Rusia dibebaskan lagi untuk memeluk agama, dan mayoritas memeluk agama Kristen Orthodox. Apa itu Kristen Orthodox? Jadi kalo kita balik ke jaman pemberitaan ajaran Yesus di masa lalu, pemberitaan injil dipusatkan di 5 tempat : Yerusalem, Syria, Mesir, Turki dan Roma. Satu saat Gereja di Roma memisahkan diri dan disebut Katholik Roma sampai sekarang. Sisanya yang 4 tadi dinamakan Kristen/Katholik Orthodox (Orthos=lurus; Doxa=ajaran : Ajaran yang lurus) Karena itu ngga heran kalau tradisi Gereja Orthodox ini terpengaruh budaya Timur Tengah, misalnya bentuk bangunan gerejanya (mirip mesjid), kaum wanitanya menggunakan kerudung saat beribadah ke gereja. Keunikan ini baru saya lihat di Rusia. Sesungguhnya... piknik itu penting ya untuk membuka wawasan.

Typical arsitektur gereja Orthodox
Yang agak mengecewakan adalah gereja-gereja ini ketat banget dengan aturan ngga boleh motret di dalam gereja. Gereja orthodox banyak yang jadi tempat wisata karena selain bersejarah bentuknya juga unik dan keindahan interiornya yang penuh lukisan dinding berwarna-warni cantik, tapi ya itu... ngga boleh motret.

Sesudah beberapa kali mengunjungi gereja di sini, saya perhatikan ternyata orang Rusia cukup relijius, setiap hari banyak orang datang untuk berdoa dan beribadah di gereja (bukan hari Minggu saja).  Jadi kalau kita foto-foto tentu akan mengganggu kekhusukan mereka. Saya yang awalnya kecewa lama-lama jadi malu sendiri. Masih untung kita diijinkan masuk.

Kotanya bagus ngga? Aman ngga?

Perasaan yang timbul saat saya jalan-jalan di Moskow dan St. Petersburg mirip dengan yang saya rasakan saat saya pertama kali jalan-jalan di kota Paris yang cantik, rasanya excited banget yang kalau bisa sih tiap pojokan ingin saya foto tapi apa daya hujan melulu sehingga kamera lebih banyak disimpan saja daripada basah. 

Yang paling menyenangkan, sebagai turis kami ngga perlu bayar mahal buat datang ke tempat kece sekedar buat foto-foto. Stasiun kereta bawah tanahnya aja warbiyasak indahnya... sampe kadang saya berpikir Moskow dan St. Petersburg ini menghina banget, stasiun kereta aja jauh lebih mewah daripada istana-istana di Indonesia.
Stasiun Metro Avtovo di St. Petersburg
(pilarnya dilapis ukiran kaca)
Walaupun sering dengar kabar tentang kemiskinan di Rusia, saya ngga pernah lihat ada pengemis dan gelandangan di jalanan. Kotanya sama seperti negara maju lainnya, bersih banget, taman ada di mana-mana, transportasi mudah, trotoarnya luas. Arsitektur bangunannya jangan ditanya, cakep banget. Pokoknya semua serba indah jauh melebihi ekspektasi saya.

Walau begitu kita tetap harus waspada karena di tempat-tempat wisatanya ada banyak banget copet  keliaran. Mereka bergaya seperti kelompok turis (memegang peta dan kamera DSLR). Cara kerjanya, salah satu dari mereka pura-pura numpang tanya pada korban, lalu yang lain akan mepet pada korban sambil merogoh tas ransel.

Rombongan kami pernah jadi target gerombolan copet saat kami berada di area Nevsky Prospekt street di kota St Petersburg, yang jadi korban adalah tour guide kami, kasian banget dia dipepet sampai ke tembok dan hampir pukul-pukulan.

Di Moskow ada cerita juga, salah satu teman kami jadi korban pencopetan saat berkunjung ke Pasar Ismaylovo, dompet berikut isinya hilang : uang, paspor dan lembaran kertas yang harus dibalikin ke petugas imigrasi saat pulang di bandara. Kami semua sedih karena dia jadi ngga bisa pergi ke St. Petersburg dan harus tinggal di Moskow untuk mengurus ke kedutaan. Syukurlah dompetnya secara ajaib diterima oleh Kedutaan Iran di Moskow yang lalu dikirim ke Kedutaan Indonesia, isinya lengkap kecuali uang. Syukurlah.

TIPS :


  • Gunakan dompet rahasia yang melekat di tubuh (di balik pakaian)
  • Hindari membawa tas ransel walaupun ngga ada barang berharga di dalamnya karena dipastikan akan mengundang copet.

Bahasanya gimana?

Nah ini kabar buruknya. Hampir semua petunjuk jalan dan informasi di tempat umum menggunakan huruf cyrrilic. Kita otomatis menjadi buta huruf disana. Walaupun selama open trip kami didampingi guide lokal yang fasih berbahasa Rusia (mahasiswa Indonesia kuliah disana). Ada baiknya sebelum berangkat kita menghafal huruf-huruf dalam bahasa Rusia supaya ngga jadi buta huruf selama disana.

Stasiun kereta dengan petunjuk dalam huruf cyrrilic.
Huruf cyrillic memang bikin pusing karena bentuknya banyak yang mirip dengan huruf latin tapi bunyinya beda. Tapi kalau kita mau berusaha, kita bisa menghafalkan supaya bisa membaca sedikit-sedikit (walaupun belum tentu tau artinya).

TIPS : Hafalkan huruf cyrillic

Silakan dihapalkan
Ini contoh kalimatnya, buat latihan : 

Dibaca : RESTORAN (bukan pektopah ya...)
(foto diambil dari : disini)
Dibaca : MAKDONALDS
Dibaca : PIZZA HUT
Selama saya disana, rasanya sih ngga ada masalah kendala bahasa (selain karena ada guide yang menemani), mayoritas orang Rusia yang berinteraksi dengan kami juga bisa berbahasa Inggris.

Harga makanan mahal ngga?

Persepsi saya selama ini, Moskow adalah salah satu kota termahal di dunia. Ternyata harga-harganya cuma lebih mahal sedikit aja dibanding di Jakarta. Entah karena harga-harga Jakarta sekarang sudah mahal atau Moskow emang ngga semahal di negara Eropa Barat. Harga sekali makan (lengkap) di restoran kelas menengah sekitar 200 ribu rupiah. Harga fast food lebih murah, antara Rp 50 ribu - 100 ribu udah bisa makan burger atau ayam goreng.

Tidak ada komentar: