Souvenir rata-rata dijual dalam paket isi 4 atau 6 atau lebih. Saya membeli sepaket gantungan kunci isi 4 seharga 7 ribu won (sekitar Rp 80 ribu). Souvenir khas Korea favorit antara lain peralatan makan (sumpit gepeng dan sendok), gunting kuku yang merupakan andalan ekspor Korea dan pernak pernik K-POP.
Berhubung hotel kami lokasinya tidak jauh dari sini, sesudah kami diantarkan ke hotel, malamnya kami kembali lagi ke Dongdaemun tapi ke mall yang lain. Dari pengamatan keliling-keliling mall malam itu saya menyimpulkan kalau Dongdaemun ini harus dijalani dengan suasana santai dan duit banyak. Barang - barang yang dijual di Dongdaemun adalah aneka produk fashion yang harganya tidak murah. Barang-barangnya memang berkualitas tinggi dan modelnya keren-keren, lucu-lucu dan cantik-cantik. Sayangnya saat itu kebanyakan pakaian yang dijual adalah pakaian untuk musim dingin yang tidak mungkin dipakai di Jakarta.
Saya cuma membeli mainan Pororo titipan teman. Teman-teman saya yang lain membeli baju anak-anak dan mainan. Kami kembali ke hotel sekitar jam 2 malam dan suasana Dongdaemun masih ramai.
Saya pun bercita-cita ingin kembali lagi kesini untuk jalan-jalan dengan suasana santai di siang hari karena terus terang jalan-jalan jam segini kalau tidak karena terpaksa saya tidak akan mau, mendingan tidur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar