Minggu, Januari 17, 2016

Hiking Grindelwald - Bachalpsee : secuil surga jatuh ke bumi.

Kalau kita sudah sampai ke Swiss rugi deh kalau cuma jalan-jalan di kota-kotanya aja, kamu harus pergi ke pegunungan Alpen karena Alpen adalah salah satu tempat terindah di dunia (versi gue).

Ada banyak banget gunung di Alpen yang bisa kita datangi. Yang paling populer di kalangan turis Indonesia adalah Mt. Titlis karena lokasinya yang dekat kota Luzern (favoritnya rombongan tur) dan disana selalu ada salju sepanjang tahun.

Pegunungan Alpen ini ngga bisa diakses dengan mobil. Transportasi yang umum digunakan adalah kereta dan cable car atau disebut juga gondola. Kalau kita ingin ke tempat yang lebih jauh lagi (dan biasanya lebih indah) kita harus hiking. Nah, mumpung gue traveling ke sini saat musim panas gue bertekad mau hiking di Alpen.

Rute hiking di Grindelwald ini rata-rata relatif mudah sehingga  bisa dilakukan siapa aja. Ngga heran kalo pas summer begini kota Grindelwald dipenuhi penggemar hiking dari seluruh dunia. Mereka pada pake kostum naik gunung yang keren-keren lengkap dengan tongkatnya. Gue lihat bahkan banyak juga kakek nenek yang jalannya jauh lebih kuat daripada gue.

Dari semua alternatif yang ada gue memutuskan untuk hiking ke Bachalpsee (yang artinya : Danau Bachalp), sebuah danau kecil berlatar belakang gunung bersalju. 

Hiking trail Grindelwald - Danau Bachalp
Dari tempat kemping kami naik bis umum yang punya ciri khas berwarna kuning terang ke stasiun gondola, lalu beli tiket PP tujuan First, harga tiket naik gondola ini aslinya 59 CHF (sekitar Rp 750 ribu) tapi karena kami punya kupon diskon dari campsite jadi bayarnya cukup setengahnya aja, 
Atas : Stasiun Gondola
Bawah : View selama naik gondola
Untuk alternatif yang lebih murah :

  • Kita bisa naik bis sesuai peta di atas sampai stasiun akhir lalu lanjut hiking ke Bachalpsee. 
  • Kalo kuat jalan nanjak kita bisa ambil jalan potong kompas mengikut jalur gondola, ada jalan setapak di bawah gondola.
  • Yang paling banyak dilakukan orang adalah membeli tiket gondola one way, pulangnya jalan kaki sampai ke desa yang dilalui bis kuning.
  • Ada juga gw liat rombongan anak remaja naik gondola dengan membawa sepeda gunung, pulangnya tinggal meluncur. Oia, gw juga liat ada yang melucur turun pake otoped.

View sepanjang jalan
Hiking dari First ke Bachalpsee sebenernya ngga berat sama sekali, jalannya relatif datar, udaranya sejuk dan pemandangannya kayak surga jatuh ke bumi. Cantik banget.
Bunga liar di Alpen
Pemandangan selama hiking bener-bener spektakuler, kanan kiri depan belakang dikelilingi puncak-puncak gunung bersalju yang sumpah keren banget, belum lagi aneka ragam bunga-bunga rumput yang  bermekaran sejauh mata memandang udah kayak karpet berwarna warni. Yang jadi hiburan selama hiking adalah kalo kita ketemu gerombolan sapi. Berhubung setiap sapi disana dikasih kalung lonceng jadi kebayang gimana berisiknya klonengan rombongan sapi tersebut.
Danau Bachalp
Kami tiba di Danau Bachalp setelah jalan kaki sekitar dua jam dan ini termasuk lambat banget karena kami berhenti melulu buat motret, atau kadang duduk-duduk di bangku sambil menghirup udara pegunungan yang segar.


Dan begitu gue sampai di danau Bachalp langsung deh cari posisi buat foto gila-gilaan saking girangnya dapet pemandangan kayak kalender begini, lalu dilanjutkan dengan duduk bengong sambil bersyukur, Tuhan baik banget mengijinkan gue berada di tempat seindah ini, dengan cuaca yang cerah pula. Terimakasih Tuhan.

Tips Hiking di Swiss:

  • Pertama, cek prakiraan cuaca dan kalau masih ragu-ragu carilah info dari petugas resmi. Gue baca ada turis yang terjebak badai dan hampir kesamber petir saat hiking di Alpen hanya karena ngga percaya info prakiraan cuaca, ternyata cuaca di Alpen ini bisa berubah cepat banget dari terang benderang menjadi badai.
  • Menggunakan pakaian dan sepatu yang nyaman sesuai musim.
  • Membawa bekal makanan dan minuman. Karena Swiss bukan Indonesia yang di segala pelosok mana pun bakal ada orang jual mie rebus dan air minum hehehe.,, Disini mah steril dari tukang jualan.
  • Kita ngga usah kuatir nyasar karena petunjuk arah sangat lengkap, tinggal ikuti jalan setapak aja. Jalurnya pun dikasih pagar tali besi yang menghalangi pengunjung menerobos ke luar jalur.
  • Siap-siap pengen balik lagi (hiks..)

Tidak ada komentar: