Salah satu alasan kami memilih untuk tinggal di Hotel Fenix Lisbon adalah karena lokasinya yang strategis, pas banget di depan stasiun metro (kereta bawah tanah) bernama
Marques de Pombal. Karena seperti kota-kota di Eropa lainnya, cara paling menyenangkan untuk keliling kota adalah dengan transportasi umum. Dan pagi ini, sesudah check in, kami segera ke stasiun metro untuk membeli tiket day pass melalui mesin, tiket ini bisa dipakai naik turun metro dan bis sepuasnya selama 1 hari.
 |
| Stasiun Metro Oriente : arsitektur modern. |
Ternyata, stasiun-stasiun metro di Lisbon itu.... keren abiissss... Dirancang bukan sekedar untuk naik turun kereta bawah tanah, tapi juga sebagai karya seni. Arsitekturnya cakep-cakep. Ada yang modern dan futuristik, ada pula yang mempertahankan arsitektur lama tapi diberi pencahayaan yang gue yakin dilakukan oleh tangan ahli sehingga terasa modern dan ngga serem.
 |
| Stasiun metro Baixa-Chiado : lightingnya keren. |
Sesudah itu setiap kami masuk stasiun metro di Lisbon, kami jadi lebih memperhatikan detilnya karena setiap stasiun punya keunikan tersendiri, misalnya memamerkan lukisan dinding, patung-patung, atau ciri arsitektur yang khas lainnya.
 |
| Lukisan |
 |
| Mural di salah satu Stasiun Metro |
Kami tidak mengunjungi museum di Lisbon ini karena keterbatasan waktu, tapi naik turun kereta bawah tanah di kota ini membuat kami serasa sudah mengunjungi Art Museum di Lisbon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar