Selasa, Juni 19, 2012

Wisata Kuliner di Penang

Ide untuk datang ke Pulau Penang muncul saat saya dikirim tugas kantor ke Singapore. Kayaknya lucu juga nih kalo extend buat jalan-jalan. Ide ini berhasil direalisasikan setelah saya mendapat ijin cuti dan berhasil membujuk teman untuk ikutan, maklum saya paling ngga bisa traveling sendirian.

Kami naik Airasia dari Singapore dan tiba di kota Georgetown tepat tengah malam, kami naik taksi resmi bandara menuju penginapan yang sudah kami booking via internet. Di perjalanan temen saya yang jago ngobrol berhasil membuat pak supir (yg awalnya pendiam) untuk bercerita banyak tentang kehidupan di Penang. Hmmm.. lumayan juga ngajak dia, saya tipe orang yang ngga bisa memulai percakapan soalnya. Pak Supir bercerita bahwa dia termasuk kategori orang miskin di Malaysia sehingga tiap bulan mendapat santunan dari pemerintah. Waktu kami tanya kategori miskin disini penghasilannya berapa, dia jawab 3000 Ringgit yaitu 9 juta rupiah. Kami langsung ketawa geli campur minder... hahaha... di Indonesia gaji segitu mah udah bisa buat nyumbang ke orang miskin lagi.
Losmen 'Hutton Lodge'
Kami menginap di tempat yang namanya : Hutton Lodge. Tempat ini selevel losmen, kamarnya bersih, ada AC dan shower air panas. Model bangunannya seperti rumah-rumah kuno di Jawa Tengah, yang halamannya luas, ada teras buat duduk-duduk dan ada pohon mangganya. Rasanya seperti tidak sedang di luar negeri, serasa menginap di rumah saudara.

Lokasi Hutton Lodge strategis banget. Ke arah kanan, ada Jl. Penang, salah satu jalan utama di kota Georgetown yang kanan kirinya toko, toko dan toko. Jalan ini satu arah, semua kendaraan mengarah ke terminal bis Komtar. Ke sebelah kiri hotel ada foodcourt yang kalo diteruskan lagi ada Mall New World Park, lagi-lagi tempat makan. Menyenangkan!
 
Typical bangunan di Penang

Georgetown terdaftar di UNESCO sebagai kota bersejarah yang dilindungi karena keunikannya yaitu satu kota ini bangunannya berbentuk ruko-ruko tua khas Chinatown. Traveling kesini (lagi-lagi) rasanya ngga terasa seperti di luar negeri. Rasanya seperti ada di kawasan pecinannya Medan, Surabaya, atau Semarang. Hmmm... serasa pulang kampung.

Transportasi di Penang relatif mudah. Kami naik bis umum kemana-mana. Bisnya ada yang gratis juga. Kami sempat naik bis gratis ini. Menyenangkan. Ongkos naik bis di Penang antara 2-3 Ringgit dibayar ke supirnya dengan uang pas karena supir tidak memberi kembalian. Bisnya modern dan ber-AC, sama lah kondisinya dengan bis-bis di negara maju lainnya.

Hari pertama di Penang kami berhasil mengunjungi Bukit Bendera (Penang Hill), Kek Lok Si Temple dan Pantai Batu Feringhi dengan naik bis umum.

Kami ke Bukit Bendera naik bis Nomor U204 dari terminal Komtar dan turun di terminal akhir, ujung ke ujung deh. Setiba disana kami langsung membeli tiket trem untuk naik bukit. 

Ada trem untuk naik ke atas bukit ini
Sampai di atas bukit ternyata kota Georgetown tertutup kabut, ngga ada yang bisa dilihat. Kata orang-orang disitu, kabut tersebut berasal dari asap Sumatera (damn, malu-maluin...). Kami keliling bukit dengan menyewa mobil golf , trus foto-foto di kuil India. Tempat ini biasa aja sebenarnya, yang mengesankan justru perjalanan naik trem-nya. Jalannya menanjak banget dan jaraknya cukup jauh. Mengingatkan saya pada trem-trem di pegunungan Alpen. Sama persis.

Dari Penang Hill, kami naik bis lagi. ke Pasar Air Itam. Dan sesuai rekomendasi dari berbagai sumber di internet, di sini kami makan siang dengan menu Asam Laksa dan Es Kacang. Rasanya enak banget sumpah.

Asam laksa
Asam laksa, adalah mie kuah dengan jenis mie putih tebal (hampir mirip udon), kuahnya dicampur suwiran ikan, ditaburi selada, cabe dan kecombrang. Rasanya asam, manis, pedas. Ini adalah contoh nyata makanan khas Penang dengan pengaruh China, India dan Thailand.


es kacang
Es kacang adalah sejenis es campur dengan ciri khas ada kacang merah dan jagung manisnya. Es krim berwarna kuning yang ada di bagian paling atas adalah es krim rasa jagung. Saya sebagai penggemar jagung menjadikan es kacang sebagai dessert favorit no 1 di Penang!!  

Dengan perut kenyang kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki  menuju Kek Lok Si Temple. Dari jalan raya kami masuk ke jalan kecil yang nanjak dan kanan kirinya penjual souvenir, lumayan capek juga, mana udaranya panas banget.... Di pintu masuk temple ini ada kolam berisi kura-kura. Geli deh liat kura-kura banyak banget tumpuk-tumpuk gitu. Bangunannya sendiri cukup luas, cat nya warna warni cerah dan ada pagoda tingginya, bagus lah buat foto-fotoan.

jalan menuju Kek Lok Si Temple
Dari Air Itam kami kembali lagi ke Georgetown. Perjalanan sekitar 1 jam kami habiskan dengan tertidur di dalam bis. Kami turun di terminal akhir Weld Quay dan karena masih banyak waktu kamipun lanjut naik bis lagi menuju Batu Feringhi (bis nomor U105). Sore itu jalanan kota Georgetown macet banget. Tapi begitu keluar kota jalan mulai lancar jaya dan kami tertidur lagi di dalam bis. Enak banget.

Memasuki kota Batu Feringhi kami yang ngga punya tujuan khusus jadi bingung menyaksikan deretan hotel-hotel berbintang sepanjang jalan (sehingga pantai jadi ngga keliatan dari jalan). Di dalam bis kami bertanya-tanya, mau turun dimana nih kita... hotel semua begini... mana pantainya....Akhirnya saat ada penumpang turun di Hotel Hard Rock kami langsung memutuskan segera ikutan turun. Yah minimal bisa mampir ke tokonya lah beli kaos.

Untunglah di samping Hard Rock Hotel kami melihat ada jalan kecil menuju pantai, akhirnya... sampai juga kami ke pantai Batu Feringhi. Kami menikmati sunset yang indah banget...akhir yang sempurna buat menutup hari ini.
Pantai Batu Feringhi

Malamnya kembali ke Georgetown. Teman saya makan nasi Kandar 'Line Clear' di Jl. Penang yang buka 24 jam. Nasi kandar adalah sejenis nasi padang dengan pilihan 2 macam nasi : nasi putih atau nasi lemak, lauknya silakan pilih yang ada di etalase, sesudah itu nanti lauk pauk tersebut dipotong-potong , dicampur aneka kuah dan diberi sayuran. Saya yang anti makanan berbumbu kari ngga mau makan disitu. Tapi temen saya memaksa saya untuk mencicipi dan ternyata rasanya enak, bumbu karinya 'ringan', malah lebih ringan dibanding nasi padang di negara kita.

Penjual Nasi Kandar Line Clear Jl. Penang
Sesudah dari warung nasi Kandar ini gantian teman saya yang menemani saya makan kwetiau pangsit rebus. Rasanya enak, tapi ngga terlalu unik karena di Jakarta juga banyak yang kayak gini. Dan kamipun menutup hari dengan berjalan kaki terseok-seok kekenyangan menuju hotel. Mandi air hangat dan tidur pulas.

Keesokan harinya kami keluar dari hotel berjalan ke arah kiri. Sesuai arahan pegawai hotel, kami akan ke food court Mall New World Park untuk membeli durian. Yapp... saat ini bertepatan musim panen durian. Di Penang ada kota yang terkenal dengan duriannya, namanya Balik Pulau. Nah, di mall ini dijual durian Balik Pulau.

Setiba di sana kami tergoda duduk-duduk di food court nya untuk makan rojak, tau ngga rojak itu apa? rojak itu rujak. Bedanya, rojak diberi cumi. Hehehe kebayang ngga sih, makan buah-buahan dengan sambel gula merah pedas manis eh tau-tau tergigit sesuatu yang kenyal-kenyal agak amis...rasanya? enak kok.

Durian Raja Kunyit
Dan tujuan utama kami tercapai, kami makan durian Balik Pulau jenis yang paling mahal dan paling nikmat yaitu durian Raja Kunyit. Durian ini dagingnya tebal, manis banget dan bijinya kecil banget, peyot pula. Benar-benar durian juara.

Sesudah puas dengan durian kamipun jalan kaki lagi keluar masuk toko diakhiri dengan makan nasi kandar Line Clear lagi (saking doyannya) sampai akhirnya tiba waktunya kami pulang.

Ternyata Airport kota Georgetown saat ini sedang direnovasi sehingga semrawut banget. Di boarding room, kami duduk-duduk dan ngga sengaja mendengar obrolan di sekitar kami, rata-rata penumpang jurusan Jakarta adalah pasien rumah sakit Penang dan keluarganya, ngga heran kalau banyak penumpang yang pakai kursi roda. Dalam hati saya mendoakan agar mereka segera sembuh supaya kalau ke Penang bisa menikmati makanan enaknya.

Pengakuan gue : ternyata makanan Malaysia ada yang enak, yaitu makanan Penang. I love it.

Tidak ada komentar: