Minggu, November 27, 2011

Selamat tinggal Swiss - Edinburgh aku datang

Hari ini saatnya kami meninggalkan Swiss, tujuan selanjutnya : Edinburgh, Scotlandia. Dari Luzern kami naik kereta jurusan Geneva. Dan harga tiketnya sudah pasti... nyekek leher banget. Tapi wajar lah.. this is Switzerland... emang semua serba mahal karena semua serba berkualitas tinggi. Ya udah bayar aja.. (hiks...).

Di Airport Geneva ini, untuk pertama kalinya ransel gue dianggap mencurigakan oleh petugas imigrasi, sehingga sesudah melewati X-Ray dia bongkar isinya dengan semena-mena. Dengan desperate-nya gue tanya ke dia, mau ambil apa sih mas? biar saya yang ambilin tapi pliiiissss jangan rubah karya masterpiece packingan saya... Tapi mana mungkin lah dia dengerin ratapan gue. Ngga taunya dia cuma mau ngambil termos. Disangkanya ada cairan di dalamnya, pas terbukti kosong diapun melengos pergi, meninggalkan gue dengan ransel yang isinya nyebar di atas meja.

Sial, dia ngga tau susahnya ngepak ransel ini supaya ukurannya pas sama standard-nya kabin Easyjet. Dan sekarang gue harus ngepak ulang di tengah-tengah keramaian antrian imigrasi ini. Haduuh gimana nih nasib gue. Lalu, guepun berusaha menenangkan diri sambil bergumam dalam hati : inner peace... inner peace.... (ngeluarin jurus panda ngumpulin konsentrasi).

Untunglah proses re-packing sambil gondok terlalui dengan selamat, walaupun ransel gue isinya jadi membesar tapi masih lolos masuk kabin Easyjet.

Saat pesawat take-off, pemandangan dari jendela pesawat bikin gue ngga bisa nahan diri untuk ngga motret. Btw sebenernya boleh ngga sih motret pas take off?? kalo ngga boleh yah... udah terlanjur... yang penting semua selamat lah.

pegunungan Alpen, bird's eyes view

Pegunungan Alpen
Di penerbangan ini gue sempat bengong pas pramugari ngomong ngasih pengumuman. OMG dia ngomong apa?? Kok bahasanya lucu amat. Sesudah gue konsentrasi ada beberapa kata bahasa Inggris yang gue tangkap. Dia ngomong bahasa Inggris. Tapi.... kenapa GUE NGGA NGERTI. Ternyata itu bahasa Inggris logat Scottish. Hahaha... kayaknya gue harus siap-siap menghadapi kendala bahasa!

Dari airport Edinburgh kamipun naik bis jurusan 'city-center'. Tujuan akhir bis ini adalah stasiun kereta Edinburgh. Ternyata kota Edinburgh ini ngga kecil-kecil amat. Dan suasananya rame banget walaupun sudah malam. Baru sampai aja gue sudah suka sama kota ini. Tapi gue ngga mau keburu senang dulu karena kami masih harus menemukan hotel kami.

Berhubung kami ngga mau pengalaman buruk kecapean cari alamat hotel seperti di Milano terulang lagi, maka kamipun memutuskan untuk naik taxi menuju hotel. Dan gue sangat mensyukuri keputusan ini, karena ternyata jaraknya cukup jauh, sekitar 10 menit naik taxi, jalannya nanjak pula. Kebayang kalo jalan kaki sambil bawa tas seberat ini, bisa trauma seumur hidup ngga mau traveling lagi. Dan ongkos taksinya juga cuma sekitar 8 pound. Ngga mahal kalo dibagi 3. (Asal jangan dikonversi ke rupiah).

Dan kamipun tiba dengan selamat di Holyrood Aparthotel Edinburgh.

[Oh God, I can't believe I'm in Scotland. You really know how to put smile on my face]

Tidak ada komentar: