 |
| our Scottish tourguide |
Hari ini kami akan jalan-jalan dengan tour lokal. Jauh-jauh hari sebelumnya Tata sudah booking tour ini via internet, nama tournya : HairyCoo. Tour ini direkomendasikan oleh member Tripadvisor dan uniknya tour ini ngga bayar. Kita cuma diminta ngasih tip ke tour guide aja yang jumlahnya TERSERAH. Hmm.. Let's see kayak apa sih.
Tour ini dipimpin oleh seorang guide merangkap supir yang orang Scotland asli, liat aja kilt-nya (itu lho rok kotak-kotak khas Scotland), namanya Russel. Dia jago banget nyetir sambil nyeritain segala info tentang Scotlandia dengan cara yang menarik dan lucu.
Omongannya Russel ngga akan gue ceritain ulang disini karena bakal panjang. Gue cuma mau share foto-foto tempat-tempat yang kami kunjungi aja, dan kalo hasilnya buruk mohon maklum karena cuacanya hujan seharian (Scotland gituloh).
Sebelum keluar kota Edinburgh, kami foto-foto di sebuah jembatan panjang berwarna merah.
Selanjutnya kami mengunjungi Monumen Sir William Wallace di kota Stirling. Tempat ini berupa menara di atas bukit, dulunya merupakan lokasi perjuangan orang Scotland melawan England yang dipimpin oleh Sir William Wallace, sang pahlawan Scotland. Cara bercerita Russel yang menarik membuat gue jadi pengen browsing cari tau lebih banyak tentang sejarah Scotland. Dari situ kami mampir lagi di sebuah castle kecil yang kurang menarik (sampe lupa namanya).
 |
| Berkabut di Monumen Wallace |
Sesudah itu kami mampir di kota Callander buat makan siang. Karena Russel merekomendasikan toko roti 'Mhor' yang katanya terkenal maka kamipun kesitu dan makan siang ngga serius, cuma Scotch pie, tapi rasanya emang enak banget. Gue bingung ntar kalo kepengen roti kayak begini di Jakarta mesti beli dimana ya....
 |
| Aneka roti di MHOR |
Dan kota Callander ini sedang banjir ternyata, lapangan parkir aja sampai terendam, tapi warganya ngga heboh, biasa aja.
 |
| banjir di kota Callander |
Lalu kami diajak Russel ke Loch Katrine. Sebuah danau yang seharusnya indah jika cuaca sedang cerah. Sayang saat itu sedang hujan dan angin kencang. Kami jadi cuma sekedar liat-liat aja sambil menggigil.
 |
| Loch Katrine |
Sebenernya ngga penting, tapi sapi gondrong ini cuma ada di Scotland. Kami berhenti di 2 lokasi kandang sapi, masing-masing untuk memberi makan sapi-sapi ini roti tawar dan tentunya bikin foto bareng sapi.
 |
| sapi Hamish - cuma ada di Scotland |
Makin siang udara makin dingin dan kaki gue terasa membeku karena sepatu gue rembes dan kaos kaki gue basah. Semakin lama pemandangan semakin boring : pohon-pohon meranggas yang lumutan dan genangan air. Ditambah jendela yang buram karena hujan sepanjang hari.
 |
| Pemandangan sepanjang jalan (cocok buat film horor ya?) |
Menurut Russel, orang Scotland sudah ngga peduli lagi sama ramalan cuaca karena iklim mikro di Scotlandia yang berubah-ubah cepat sekali. Suasana Scotland yang senantiasa suram ini bikin Russel eneg, dia bilang kisah-kisah novel romantis tentang alam Scotland itu bener-bener dibuat-buat alias lebay, apanya yang romantis dengan tanah yang becek melulu kayak begini. Saking basahnya sampe ngga bisa buat pertanian.
 |
| trekking di Queen Elizabeth Forest Park |
Kami mampir di
Queen Elizabeth Forest Park, trus jalan kaki santai mengikuti jalur yang ada. Disitu ada sungai kecil, tapi karena habis hujan deras 'mendadak' jadi ada air terjun besar di sungai tersebut.
 |
| foto bareng Russel di air terjun dadakan |
Walaupun hari masih sekitar jam 4 sore tapi langit sudah gelap. Kami mampir di sebuah kota kecil untuk ngopi-ngopi dan istirahat, dan berhenti sekali lagi di pinggir jalan untuk motret STIRLING CASTLE dari kejauhan. Sampai kami tiba di Edinburgh Russel ngga ada capeknya ngomong terus.
 |
| mobil tour |
Oiya, sebelum bubar, Russel membagikan kuesioner feedback, salah satu pertanyaannya adalah : " Kompetitor kami memasang tarif 40 poundsterling untuk tour yang sama, menurut anda berapakah tarif yang pantas untuk kami?"
Hehehe... ternyata tour ini memang ngga pasang harga, tapi sengaja kasih petunjuk supaya kita ada gambaran berapa tip yang harus kita kasih ke Tour Guidenya. Cerdik banget.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar