Kami bertiga ngga benci packing. Kami sering traveling yang pindah-pindah kota dan bongkar pasang koper hampir setiap hari. Yang kami tidak suka adalah packing sebelum naik Easyjet. Capenya... lahir batin.
Jadi ceritanya begini. Easy Jet adalah penerbangan budget yang mempunyai peraturan yang unik dan lucu. Setiap penumpang boleh membawa 1 tas ke kabin, BERAT NGGA DIBATASI, asalkan ukurannya muat ke kotak di bawah ini :
Kalo tas kita muat dalam box itu berarti kita aman. Mau beratnya berapapun ngga masalah selama kita kuat mengangkat dan mengambilnya dari kotak penyimpanan di atas kepala TANPA DIBANTU Pramugari (tapi boleh dibantu teman - Makasih ya Beng... hehehe).
Untuk tas yang masuk ke bagasi, aturannya sama dengan penerbangan budget lainnya, yaitu ada beberapa pilihan dan yang paling murah adalah bagasi dengan berat max 20 kg (yang sebenernya sih kurang buat traveling 24 hari ). Tapi itu adalah pilihan kami. Rencananya koper masuk bagasi, ransel digendong ke kabin. Perfect. Easy.
Teorinya doang yang gampang. Karena kenyataannya setiap kali kami akan naik Easy Jet, kami harus menggunakan aneka siasat packing yang inovatif untuk membagi barang bawaan dalam 2 tas SAJA : ransel ukurannya harus pas standard Easyjet , koper ngga boleh lebih dari 20 kg, (Oiya timbangannya Beng sangat berjasa dalam hal ini).
Teorinya doang yang gampang. Karena kenyataannya setiap kali kami akan naik Easy Jet, kami harus menggunakan aneka siasat packing yang inovatif untuk membagi barang bawaan dalam 2 tas SAJA : ransel ukurannya harus pas standard Easyjet , koper ngga boleh lebih dari 20 kg, (Oiya timbangannya Beng sangat berjasa dalam hal ini).
Hidup memang penuh tantangan. Masalah yang gue hadapi adalah : ransel yang gue bawa ternyata kegedean, hampir ngga muat di box itu. Sedangkan masalahnya Tata dan Beng adalah : bagasinya terlalu berat, yah ngga ada cara lain, mereka berdua patungan bayar upgrade bagasi. Harganya hihihi... jangan ditanya.. bikin emosi soalnya.
Sepanjang trip ini, 4 kali gue naik Easy Jet, 4 kali juga gue was was, takut ransel gue dikategorikan kegedean. Tapi syukurlah gue selalu lolos, prinsipnya jangan diisi terlalu penuh dan (terutama) diikat tali strap ajaibnya Tata, syukurlah berhasil membuat ransel gue kelihatan agak slim. Padahal pas digendong... ampun udah mau patah pinggang gue saking beratnya....

4 komentar:
Mbak klo naik easy jet klo kopernya g bs masuk cabin n harus masuk bagasi..kopernya bayar lagi g?? Apa kopernya gratis asal g lewat dr 20kg?
Berat bagasi maksimal 20 kg, lebih dari itu harus bayar excess baggage. Coba liat di websitenya aja untuk tarifnya.
Mbak,
Aku rencana naik easyjet, mau bawa ransel 55L, kegedean ga ya? Aku takut masalah tinggi ranselnya..Jadi deg2an :( pernah ada pengalaman mbak ato pernah liat orang bawa ransel 55L naik easyjet?
Hai +Dilla Sausan yang penting kelihatan pede aja, kayaknya sih selama ransel masih bisa digendong ngga masalah. Kalaupun dilarang ya terpaksa bayar bagasi hehehe...
Posting Komentar