![]() |
Nah di Victoria itu kami janjian ketemu sama Dicky, teman kami yang baru tiba dari Jakarta kemarin. Dia insist banget harus ketemu kami. Yah mungkin dia jarang-jarang ketemu dengan kami di London (yaeyalah lha gue juga baru sekali ini ke London). Kamipun berhasil ketemu di Lobby stasiun Victoria. Dia bahagia sekali bertemu dengan kami sambil terkagum-kagum melihat bawaan kami yang kelihatan banget beratnya.
Dan di tempat yang ngga penting ini , di tengah keramaian seliweran orang lewat, kamipun foto-foto (hihihi... mumpung ngga ada yang kenal). Jadi kalo hasilnya agak aneh, wajar lah ya.
Singkat cerita, kmi tiba di Gatwick airport yang sepi dan segera check in tanpa saingan penumpang lain. Petugasnya ibu-ibu ramah banget yang dengan susah payah membaca nama-nama kami yang bagi dia sangat 'unusual'. Mukanya sampe keliatan lucu banget, kami bertiga dibikin geli melihatnya. Lalu dari situ kami melewati ritual standar di airport : tas masuk X-Ray, pasport check, boarding, antri masuk pesawat, dan rebutan space kabin tas di pesawat (maklum budget airline).Mulai saat itu setiap kami melakukan proses check in sebelum terbang, gue mulai hapal kalau Tata jadi langganan disuruh buka sepatu, Beng langganan disuruh buka ikat pinggang, gue sementara ini lancar-lancar aja (cuma menderita keberatan ransel aja).
Singkat cerita kami sudah duduk berjajar bertiga di atas pesawat bersama dengan penumpang lain menuju : ITALIA... Yeah!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar