Jumat, Januari 28, 2011

Thriller di Bromo

Semua orang bilang cuma orang gila yang mau ke Bromo saat kondisi lagi meletus kayak begini.

Berhubung gue masih waras, maka gue dengerin omongan orang-orang itu dan membatalkan trip ke Bromo. Padahal rencana gue udah top banget, gue udah punya tiket Garuda yang murah ke Surabaya plus mobil sewaan dengan harga pertemanan serta itinerary yang keren banget.

Ternyata Tuhan berkehendak lain. Tiba-tiba pagi hari sebelum keberangkatan gue ke Surabaya, gue ditelepon sama orang hotel di Bromo yang sudah gue booking sebelumnya, dia mengabarkan kalau  hotelnya ngga bisa terima tamu karena tertutup abu. Waah gue malah lupa sudah booking hotel di Bromo.

Tapi, dia bilang Bromo masih bisa dikunjungi, turis asing malah banyak yang datang karena pengen bikin foto-foto erupsi di Bromo. Dia menyarankan cari aja hotel di daerah Sukapura karena debunya ngga parah. Wah masih ada harapan ternyata!!! Langsung deh gue bersemangat kembali...

Setiba di Surabaya gue tanya sama pak supir mobil sewaan gue, mau ngga nganterin ke Bromo, eh dia mau. Ya sudah diputuskan kalo kami JADI ke Bromo. Hihihi... serem-serem seneeengg....

Bromo I'm coming!!

Di Bromo gue beruntung bisa menginap di Hotel Sukapura Permai (Tlp. 0335-581067) karena hotel-hotel lain ngga ada yang beroperasi, tertutup abu vulkanik semua. Dan dari resepsionis hotel gue sewa jip buat ke Penanjakan besok paginya seharga Rp 350K.

Dari hotel kami berangkat sekitar jam 6 pagi, dan gue sama sekali ngga pengen becanda sepanjang jalan. Suasana mencekam banget. Kebun dan bukit yang dulu selalu hijau dan cantik sekarang tertutup abu. Kami tiba di Penanjakan sekitar jam 7 pagi, disana sudah ada beberapa jip parkir. Wah lumayan, kami ngga sendirian. Pas kami baru mulai naik ke atas bukit, kami berpapasan sama turis-turis turun. Ternyata mereka sudah mau pulang. Yah rajin amat sih mereka dateng pagi-pagi bener.

Beneran deh.. sepi banget, selain kami cuma mas-mas tukang kuda yang ada disana. Sesampai di atas ternyata ngga ada yang bisa dilihat selain kabut tebal banget. Akhirnya kami turun lagi diiringi suara angin di lautan pasir berdesis-desis kenceng banget, bikin gue merinding. Udah serasa kayak di film thriller pecinta alam nyasar di gunung.
Nah pas turun bukit itu, tiba-tiba kabut hilang terbawa angin dalam sekejap dan TADAAA... OMG Gunung Bromo, tampak jelas, lagi meletus di hadapan gue!!

Melihat gunung berapi sedang meletus secara langsung dalam jarak dekat seperti ini ternyata BEDA BANGET sama liat di tv atau di foto.

Kebayang ngga sih, di depan mata kita, asap tebal raksasa menyembur terus menerus, lalu bergerak dibawa angin. Membuat langit jadi hitam pekat. Untungnya arah angin lagi ngga ke arah gue.
Sensasi campur aduk antara rasa takjub sekaligus takut bisa melihat pemandangan yang dahsyat kayak begini membuat badan gue sampai gemetar, sumpah ngga bohong.
Gue sudah beberapa kali ke Bromo, tapi kunjungan kali ini adalah yang paling berbekas di hati gue. Bromo kali ini membuat gue merasa kecil dibanding alam. Sungguh, gue ini ngga ada apa-apanya...

Erupsi Bromo memang ngga berbahaya, dalam arti ngga ada lahar panas atau gas beracun. Masyarakat Tengger juga tetap bertahan di rumah mereka, aktivitas utama mereka membersihkan jalan dan atap rumah yang penuh abu, biar ngga rubuh.

Kunjungan kali ini rasanya seperti berada di film thriller tentang end of the world.

(dulunya) ladang
Entah bagaimana nasib mereka yang mayoritas petani itu, gue lihat sepanjang jalan ladang-ladang kini sudah tertutup abu, ternak sudah pasti ngga bisa hidup karena ngga ada rumput. Turis yang datang bisa dihitung jari sehingga perekonomian otomatis terhenti. Entah sampai kapan mereka bisa bertahan. Gue cuma bisa berdoa buat mereka.

Dengan perasaaan lega, gue meninggalkan hotel jam 10 pagi dan lanjut ke Banyuwangi. Sekitar jam 2 siang kami tiba di Pelabuhan Ketapang lalu naik feri ke Gilimanuk.

Bali I'm coming!


2 komentar:

Christia mengatakan...

Hallo salam kenal,

Blog kamu bagus lho. Tiap penyajiannya menarik.

Sy mau minta info penyewaan mobil di surabaya yg kamu pakai wkt ke bromo, krn ada rencana mau kesana jg.

Thanks.

Christia

iKa mengatakan...

Hi...

Bisa minta CP driver di Surabaya nya?

Thx,
Ika