Setelah merasa bete kepanasan di Jakarta selama liburan lebaran, tau-tau ada temen yang mengajak trekking ke Gunung Gede. Wah mau banget. Gue mau cari udara segar dan gue juga sudah lama banget ngga jalan-jalan ke gunung.
Gue sampe sana sore, hujan deras. Malamnya gue tidur nyenyak dengan pake selimut... menyenangkan sekali. Sesuatu yg ngga gue lakukan di Jakarta.
Gue sampe sana sore, hujan deras. Malamnya gue tidur nyenyak dengan pake selimut... menyenangkan sekali. Sesuatu yg ngga gue lakukan di Jakarta.

Ternyata jalur trekking di Gn Gede sudah bagus, atau mungkin ekspektasi gue yang terlalu rendah. Rute trekkingnya gampang sekali sehingga kita ngga usah takut nyasar. Tinggal mengikuti jalan setapak dari batu. Di tempat-tempat yang berawa-rawa malah sudah dibuat jalan panggung dari kayu. Sepanjang perjalanan ada pal yang menunjukkan jarak tempuh perjalanan dalam hektometer. Bernapas menjadi sangat menyenangkan, bayangin deh dinginnya udara gunung bercampur harum dedaunan, kayu dan tanah basah.
Tapi biarpun begitu, tetep deh, hiking itu berat banget, baik jalan naik maupun turun, sakit sekujur kaki. Ketahuan ngga biasa latihan fisik nih gue...


Waktu sampai di air terjun, sudah banyak orang disitu. Dan walau airnya sedingin es tetap banyak yang nyebur. Air terjunnya sendiri ternyata ada 3. Gue disitu duduk-duduk, menikmati teh panas yg kami bawa, trus lama-lama ketiduran.
Di air terjun tersedia toilet yang bersih. Gue salut sama pengelola Taman Nasional ini, bisa menyediakan fasilitas trekking yang memadai untuk pengunjungnya. Tapi mereka tetep harus berpikir keras gimana caranya menangani pengunjung yang suka nyampah dan merusak fasilitas. Gimana coba?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar