Senin, November 20, 2006

6:30 begini kalo belajar bikin film?

Gue nonton film 6:30 karena diajak nomat dan tiketnya sudah dibelikan. Gue pikir ini film bule, pas sampe di bioskop barulah gue tahu kalo 6:30 film Indonesia yang shootingnya di San Fransisco. Gue ngga merendahkan film Indonesia sih, karena sesudah nonton Denias gue jadi optimis sama kualitas film dalam negeri, dan berharap semoga film ini sebagus Denias.
Ternyata gue keliru, film ini awalnya susaaah banget gue harus berjuang utk paham film ini, Ngga gue sendiri, ada penonton lain yang cuek banget menguap pake suara kenceng, show off kalo dia bosen kali.

Ide filmnya sih OK, 24 jam yang merubah kehidupan tokoh-tokohnya. Dari jam setengah tujuh pagi sampe ke setengah tujuh pagi besoknya.


Ini kritik gue buat film ini :
  1. Suara pemainnya ketimpa suara knalpot kendaraan yang lewat, jadi setiap adegan outdoor gue ngga tahu mereka ngomong apa.
  2. Bagian awal film ini ingin menggambarkan karakter ke-3 tokoh pemainnya : 2 cowo 1 cewe. Satu cowo serius dan sukses, seorang lagi pelukis yang berandal dan satu cewe mantan pacar si cowo serius tapi juga ditaksir si pelukis. Konflik antar ketiganya muncul tapi sayang ngga 'dapet' chemistry-nya.
  3. Film ini dibuat di San Fransisco tapi pemainnya orang Indonesia semua, ngga papa sih. Tapi masak ngga ada obrolan bahasa Inggrisnya sama sekali. Ngomongnya bahasa Indonesia terus dengan logat Jakarta, pdhal ceritanya sudah 5 tahun tinggal disana.
  4. Beberapa figurannya kelihatannya bukan aktor, aktingnya masih harus dilatih lagi.
  5. Film ini tertolong sama akting si cewe yang hangat, gue ngga bisa melihat kalo 2 tokoh cowo lainnya bersahabat. Hubungan keduanya kaku banget sih.
  6. Gue ngga suka film yang sedih, jadi film ini bukan gue banget.

Tidak ada komentar: