Setelah urusan titip menitip koper beres, kamipun siap melanjutkan rencana menghabiskan waktu setengah hari kami ke Zaanse-Schans. Untuk menghemat waktu, kami memutuskan untuk pergi kesana naik kereta.
 |
| Stasiun kereta |
Di Belanda, tiket
kereta di loket harganya lebih mahal dibanding beli via mesin, tapi keuntungan membeli di loket kita bisa sekalian tanya-tanya ke petugasnya. Contohnya pas beli tiket ini, gue beli tiket kereta ke Zaanse Schans dan dikasih tau kalo rute kereta gue adalah sebagai berikut :
1. Naik jurusan
Hoorn Kersenbooderd turun di
Zandaam,
2. Nyambung naik kereta jurusan
Koog Zandijk turun deh disitu.
Info rute ini beda banget sama info yang gue dapat dari internet, untung aja penjual tiketnya ngasih tau. Sejak saat itu, selama traveling di Belanda gue jadi rajin bertanya pada petugas informasi daripada tersesat dan ngabisin waktu. Dan untungnya lagi petugasnya baik-baik.
Catatan pribadi
gue: secara umum petugas pelayanan di Belanda termasuk juara dalam
hal keramahannya.Contoh paling nyata adalah para kasir, layanan mereka profesional banget, mereka itu PASTI bilang selamat pagi/siang/malam sebelum melayani dan mengakhiri dengan kata terimakasih selamat jalan. Senyum manis ngga pernah ketinggalan. Gue pengen satu saat di Indonesia juga kayak gini...
Singkatnya kami
tiba di stasiun Koog-Zaandijk, lalu lanjut jalan kaki mengikuti petunjuk arah. Jalan kaki di sini cukup menyenangkan karena banyak yang bisa difoto-foto, salah satunya adalah jembatan yang bisa terangkat ini.
 |
| Ini pertama kali gue liat jembatan bisa berdiri tegak #ndeso |
Zaanse Schans sebenarnya adalah sebuah museum yang berada di area terbuka - tepatnya di tepi sungai, dimana kita bisa melihat suasana kehidupan jaman dulunya orang Belanda.
 |
| jalan kaki menuju Zaanse Schans |
Disini ada deretan kincir angin dan rumah-rumah tradisional dengan warna-warna yang cerah. Oiya, ada toko yang menjual makanan dan keju juga, pada jam-jam tertentu mereka menampilkan demo cara pembuatannya. Gue betah deh disini, banyak tester gratisan hehehe...
 |
|
Rumah Tradisional dan Toko keju |
Tempat yang sangat menyenangkan, ngga heran kalo penuh rombongan-rombongan turis dari berbagai negara..
Walaupun Zaanse-Schans tempatnya cantik, tapi kami ngga betah berlama-lama disini karena anginnya kencang dan dingin. Jadi kami memutuskan untuk segera balik ke Schiphol dan
menikmati mall-nya yang hangat sambil menunggu kereta kami datang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar