
Gue suka kota Haarlem.Rasa suka itu muncul bahkan sebelum gue menginjakkan kaki disini, yaitu saat gue iseng browsing dan mbah Google membawa gue pada halaman-halaman travel website tentang Haarlem, kecantikan kota ini terasa bagaikan melambai-lambaikan tangannya ke gue sambil ngomong : Boleeeh... Boleeeh... (ibarat mbak-mbak di ITC mengundang kita belanja ke tokonya). Saat itu guepun bertekad untuk datang ke kota ini.
Dan hari ini, tekad gue tercapai. Teman gue yg tinggal di Belanda mau nganterin gue ke Haarlem. Perjalanan diawali dari halte bis Schiphol airport. Sekitar setengah jam kemudian teman gue kasih aba-aba buat turun dari bis. Sampai deh kami di Haarlem.
Seperti selayaknya cuaca di Belanda, saat itu langit putih pucat dan hujan gerimis, Kami berjalan menyusuri shopping street sambil keluar masuk toko cuci mata sambil menghangatkan badan.
 |
| Shopping street |
Sesuai dengan foto-foto yang gue liat di internet, bangunan-bangunan di Haarlem bertipe 2 lantai dan berwarna merah bata. Cantik-cantik deh. Ngga lama, sampailah kami di sebuah gereja besar dengan lapangan semacam alun-alun di depannya.
 |
| Haarlem Square |
Trus teman gue beli ikan goreng yang dijual di kios mobil. Penjual ikan goreng semacam ini ada banyak bertebaran di seluruh Belanda. Rasanya enak banget, cocok buat traveler tukang jajan seperti gue...plus laper mulu di udara dingin begini!
 |
| Ikan goreng |
Cuaca hari ini Belanda banget, hujan gerimis seharian sesudah itu diikuti oleh angin kencang. Tapi gue tetap semangat foto-foto dong walaupun hasilnya kurang memuaskan. Beberapa lama kemudian lengkaplah cuaca buruk hari ini : kabut turun. Foto-fotopun dihentikan.
 |
| Kabut |
Karena bete dengan kabut yang tebal ini, kamipun memutuskan pergi ke Amsterdam naik kereta. Ternyata Amsterdam sama ajah.... berkabut juga! Cuma biarpun berkabut Amsterdam kotanya lebih ramai dengan manusia lalu lalang.
 |
| Stasiun Kereta Amsterdam Centraal |
Karena kami males jalan-jalan di area sekitar stasiun (yg mana adalah red light district - semacam lokalisasi gitudeh) kamipun naik trem dengan tujuan ke Hard Rock Cafe. Ternyata ngga jauh-jauh amat, jadi pulangnya kami jalan kaki ke stasiun sambil (lagi-lagi) keluar masuk toko. Oiya, kami mampir makan malam di restoran Indonesia 'Kantjil', eh..eh..yg jual anak mahasiswa gitu loh... bisa bahasa Indonesia.... dia blasteran Sunda-Belanda meni kasep pisan jeung bageur deui... Dia bilang kalo dia pernah ditawarin jadi model iklan di Indonesia tapi dia ngga mau karena pemalu, langsunglah kami emak-emak ganjen ini foto bareng sama dia hehehe...
 |
| Shopping Street - Amsterdam |
 |
| Dam Square - yang penuh turis selalu |
Yah secara umum, hari ini hari yang menyenangkan... Have fun sama temen-temen, trus gue mendapat pengalaman baru bisa mengalami seharian penuh kabut begini. Kalo di tempat rame dan terang sih asik-asik aja... tapi kalo di tempat sepi jadi spooky...
Gue bersyukur ngga ada kayak beginian di Jakarta! Banjir dan macet sudah cukup ya... ngga usah pake kabut!
1 komentar:
Jadi kangen sama Kota Harleem. Tahun 2012 sempat tinggal di kota ini di Smedestraat yang hanya berjarak sekitar 10 meter dari St. Bavo Kerk
Posting Komentar