Ini adalah cerita tentang pengalaman gue mengajukan visa Schengen di Kedutaan Belanda dan menjadi tonggak sejarah yang tidak akan
gue lupakan, karena memecahkan rekor pembuatan visa paling cepat yang
pernah gue buat.
Btw, gue sudah beberapa kali bikin visa Schengen, kadang lancar jaya kadang ruwet, malah pernah saking ruwetnya sampai terpaksa pakai calo. Berdasarkan pengalaman gue yang bervariasi tersebut, kali ini gue berhati-hati. Semua dokumen yang diminta sudah gue siapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Malah gue bikin appointment via online untuk submit dokumen 3 bulan sebelumnya saking was-wasnya takut ada apa-apa.
Btw, gue sudah beberapa kali bikin visa Schengen, kadang lancar jaya kadang ruwet, malah pernah saking ruwetnya sampai terpaksa pakai calo. Berdasarkan pengalaman gue yang bervariasi tersebut, kali ini gue berhati-hati. Semua dokumen yang diminta sudah gue siapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Malah gue bikin appointment via online untuk submit dokumen 3 bulan sebelumnya saking was-wasnya takut ada apa-apa.
Sesuai jadwal submit, gue dateng ke kedutaan Belanda di Jl Rasuna Said sebelum jam 11. Di pintu masuk berkas gue dicek dan dinyatakan lengkap lalu dipersilakan masuk dengan meninggalkan semua barang bawaan di locker. Tanpa menunggu lama gue langsung dapat giliran maju menyerahkan berkas ke petugasnya. Petugasnya bilang, kalau kita sudah pernah dapat visa Schengen maka pengajuan visa selanjutnya bisa diwakilkan karena ngga ada proses wawancara lagi. Ooo gitu... Guepun dikasih tanda terima dan disuruh dateng lagi jam 2 siang.
Ternyata siang
itu macetnya gila-gilaan, maka dengan penuh perjuangan untuk mengejar jam 2 sampai di Kedutaan Belanda guepun
bela-belain naik ojek. Si abang ojek itu sungguh mengagumkan, dia tau aja rute
shortcut dari kantor gue di Sudirman ke Kuningan melewati gang-gang sempit belakang
Setiabudi, saking sempitnya itu gang
cuma muat 1 motor, mana kanan kiri tembok tinggi pula... gue udah serasa ada di film action adegan kejar-kejaran di daerah
kumuh.
Tiba di Kedutaan
pas jam 2, guepun mengambil nomor antrian sambil harap-harap cemas, kuatir takutnya ada masalah... ternyata petugasnya ngga ngomong apa-apa, hanya menyerahkan paspor gue. Visanya
udah jadi. Gue sampe bengong... secepet-cepetnya
bikin visa ya ngga 3 jam gini juga kali. Terimakasih Tuhan.
Awal yang baik,
membuat gue merasa trip gue kali ini akan diridhoi ... Amin...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar