Selasa, September 11, 2012

Beijing Photo Storyline [2] : Guozijian Street

Rute jalan-jalan kami dimulai dari Stasiun Subway Yonghegong ke arah Selatan mengunjungi sebuah kelenteng yang bernama Lama Temple, mengunjungi Confucius Temple, menyusuri Guozijian street dan berakhir di stasiun Subway Andingmen.

Lama Temple
Berbeda dengan Temple Budha pada umumnya, Temple ini beraliran Budha Tibet. Pengunjung yang datang untuk sembahyang cukup banyak. Ada beberapa yang kelihatannya sih orang Tibet asli, mereka punya ciri khas pipinya merah-merah, rambut kusut dan badannya gemuk-gemuk lucu.
aktivitas 1 : membakar hio

Aktivitas 2 : sembahyang di depan patung Budha yang tingggiiiiii banget

Aktivitas 3 : Foto! Foto!
Confucius Temple
Atas : Patung Confucius dan aneka pohon tua yang bentuknya unik banget
Bawah : Gedung utama dan pertunjukan tari di halaman belakang
Confucius Temple didirikan sebagai tanda penghormatan kepada Confucius, seorang Guru Besar yang pemikiran dan tulisannya sudah menjadi dasar dari kehidupan masyarakat di China (dan negara lain juga).
Membungkuk utk menghormati Confucius
Di Temple ini kami sempat menonton pertunjukan tarian daerah China, uniknya di akhir tarian para penari berdiri membelakangi penonton lalu membungkuk, serentak para penonton pun melakukan hal yang sama. Ternyata mereka semua membungkuk pada patung Confucius di belakang panggung.

Gue kagum melihat betapa mereka sangat menghormati pahlawannya. Keren....

Guozijian Street

Hutong di kanan kiri Guojizian Street
Guozijian Street merupakan situs bersejarah di Beijing.  Berjalan-jalan di sini serasa kembali ke ratusan tahun yang lalu, saat  cowo-cowo China rambutnya masih dikepang, dan jagoan silatnya pada nongkrong di warung minum arak hehehe...  
Hutong
Selain Lama Temple dan Confucius Temple, di sini juga kita masih bisa mengunjungi kawasan perumahan khas China kuno yang disebut Hutong.Ciri khas Hutong adalah masing-masing rumah mempunyai halaman tersendiri yang tertutup gerbang (itu loh yang kayak di film2 silat) dimana antar rumah terhubung dengan gang-gang sempit. Rumah-rumah yang saling terhubung itulah konon kabarnya yang disebut sebuah Hutong.

Menurut orang-orang, Hutong unik untuk dieksplore. Menurut gue sih males banget jalan nyelip-nyelip di gang sempit padat penduduk begitu, trus lewat-lewat halaman rumah orang pula. Bawaannya pengen bilang : permisi numpang lewat... punten... nyuwun sewu... (*maklum aku kan turis sopan*) .

Di ujung jalan kami belok kanan dan melanjutkan perjalanan ke Stasiun Subway Andingmen.

Tidak ada komentar: