Edinburgh Castle berada di ujung jalan Royal Mile sedangkan hotel kami kebetulan berada di ujung yang satunya lagi, jadi saat kami tiba di castle ini artinya kami sudah tamat jalan kaki di Royal Mile street dari ujung ke ujung. Jalan kaki di sini sama sekali ngga ngebosenin, banyak gedung tua yang cantik dan kanan kirinya toko-toko souvenir semua.
 |
| Royal Mile Street |
 |
| Patung Adam Smith di Royal Mile |
Edinburgh Castle memiliki sejarah yang panjang. Tahun sekian diserang England, direbut kembali oleh Scotland, lalu tahun sekian dikepung dan dikuasai England, balik lagi ke tangan Scotland... gitu terus.
Ada satu kisah yang menarik. Alkisah suatu saat di jaman jebot, waktu castle ini diduduki Raja Inggris, pedang dan mahkota lambang pemerintahan Scotland berhasil diselamatkan dan dikubur di dalam tanah dan disangka sudah hilang. Dan tau ngga sih lo, lebih dari 150 tahun kemudian berhasil ditemukan kembali. Pedang dan mahkota itu saat ini dipajang di salah satu ruangannya.
 |
| Edinburgh Castle - di atas bukit |
Makin banyak gue mendapat informasi tentang sejarah Scotland, makin kasian gue sama nasib orang Scotland jaman dulu itu. Menyedihkan sekali hidup mereka, penuh derita perang melulu sama Inggris. Tapi sekarang sih jangan ditanya, mereka justru beruntung punya sejarah yang bisa dijual ke turis.
Ini foto-foto dari Edinburgh Castle di sore hari yang suram. Karena lokasinya yang di atas bukit maka kita bisa melihat pemandangan dari ketinggian. Seperti ini :
 |
| kota Edinburgh |
 |
| Di kejauhan ada laut, kelihatan kan? |
 |
| Di halaman dalam Edinburgh Castle |
 |
| Bagian dalam Edinburgh castle |
 |
| TKP orang jatuh |
Saat kami pulang terjadi insiden yang menakutkan. Hari sudah gelap waktu kami bertiga berjalan keluar dari castle, di depan kami ada 2 orang wanita separuh baya yang jalan sambil ngobrol. Tiba-tiba kami dengar suara berdebum keras, ternyata salah satu wanita itu kakinya tersandung dan jatuh dengan dahi menghantam jalan. Wanita itu masih bisa bangun tapi wajahnya penuh darah. Temannya bingung, dia ngga tau mesti ngapain karena dia orang asing disini, yaah emang semua juga turis disini. Trus tau-tau ada satpam datang, gue pikir beres deh ada petugas datang. Minimal dia pasti punya kotak P3K... Eh ngga taunya dia cuma nonton sambil senyam senyum, ngga nolongin apa-apa. Ngeselin.
Wanita itu dibawa masuk ke sebuah toko souvenir, mungkin ditelponin ambulans atau taksi buat nganterin ke dokter. Kami pun pergi sambil miris, inget suara berdebum bletak tadi....
[
O Lord, I admit that we always need Your help and protection especially during this trip]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar