Senin, Februari 07, 2011

Belitung - pantai dan seafood tiap hari

Secara mendadak tanpa rencana yang ngejelimet, gue dapet rejeki bisa traveling ke Belitung. Baik transportasi, hotel maupun itinerary semua sudah diatur oleh teman baik gue, gue cuma enak-enakan aja numpang rencananya dia.
--------------------------------------------------------------
Pesawat : Batavia Air
Harga tiket Jakarta - Tanjung Pandan - Jakarta Rp 1,1 juta pp. Tau ngga sih, masa keberangkatannya delay sampe 6 jam!! Jadwal berangkat jam 11 siang  jadi berangkat jam 5 sore.  Dan informasi yang kami dapat serba ngga jelas. Penumpang dibikin depresi dan marah-marah sampe gebrak-gebrak meja.

Nah, dari kejadian menyebalkan diatas bisa langsung diketahui bahwa itinerary kami berubah drastis. Kecewa banget deh...

Hotel : Bukit Berahu Resort

CP : Bu Lisa 0812 9833 242
Lokasi : Tanjung Binga (sekitar 1 jam dari airport ke arah Utara).
Harga cottage Rp 242 rb/malam.
Sebenarnya gue ngga ada keluhan sama hotel ini, dengan harga segitu gue dapet cottage ber-AC, TV (biarpun channelnya cuma 2), dan pantai kecil yang teduh tepat di depan kamar. Sarapannya ok, ada kolam renang juga.
Yang penting, kalau mau menginap disini kita harus siap fisik dan mental aja sama lokasinya yang jauh dari kota, dan untuk mencapai cottage harus turun 100 anak tangga. Turunnya sih ngga masalah, naiknya itu lho... Hehehe...

Sewa mobil

CP Pak Wahyu 0813 675 345 11
Harga(termasuk supir) : Rp 350 rb/hari belum termasuk bensin.
Gue merekomendasikan banget deh, beliau ini berpengalaman dan bisa merangkap sebagai tour guide juga.

Sewa boat

CP. Pak Asnawi 0878 96446965
Harga: Rp 400 rb/hari.
Pak Asnawi orang Bugis asli, jadi gue percaya sama kemampuannya bawa kapal. Terbukti saat menuju ke P. Lengkuas, ombak lumayan tinggi, serem banget, tapi dia terampil banget mengarahkan kapal diantara ombak. Untunglah pulangnya ombak lebih bersahabat.

-------------------------------------------------------------

Hari 1 : kacau gara-gara delay

Gangan Ketarap
Kami mendarat jam 6 sore, langit sudah gelap dan hujan deras pula. Rencana hari ini untuk mengunjungi Manggar gagal total. Kami langsung makan malam di Tanjung Tinggi. Nama Restorannya : Gong Bu - Rindu Menanti.

Kami langsung nyoba makanan khas Belitung yang namanya: Gangan Ketarap (sup kepala ikan khas Belitung). Dan di antara semua gangan ketarap yang kami coba di Belitung, This one is the best of all. Wajib dicoba!.

Hari 2 : Road Trip ke Manggar

Hari ini hujan deras banget, nyaris badai. Lupakan wisata pulau. Kami memutuskan pergi ke Belitung Timur.

Sungguh kemewahan buat gue yang biasa kena macet di Jakarta bisa merasakan jalanan Belitung yang mulus dan sepi. Tapi sayang disini BBM langka, semua pom bensin ada antrian panjang jadi naik mobil agak was-was takut kehabisan bensin.

Pemandangan sepanjang jalan adalah kebun kelapa sawit, semak-semak ngga jelas dan kolam-kolam bekas penambangan timah. Gue lihat ada yang aneh di Belitung ini, rumah-rumahnya bentuknya sama semua. Kurang kreatif atau kenapa ya?

Sekitar 2 jam perjalanan kami tiba di tempat yang namanya Burung Mandi.  Disini ada wihara terbesar di Belitung. Rame deh pengunjungnya.

Lalu lanjut ke Manggar, dan kami kecewa karena warung kopinya yang berderet sepanjang jalan itu tutup semua karena pada ngerayain Imlek. Untung gue sempat ngerasain kopi Manggar pas makan siang di Restaurant Fega. Ciri khas kopi Manggar itu ternyata kental dan rasanya maniisss banget. Tapi enak.

Dengan perut kenyang kami ke bukit A1. Disini ada taman bermain, kebun binatang kecil dan pemandangan dari atas bukit. Dulunya tempat ini merupakan kompleks perumahan pejabat PT Timah, berhubung PT Timahnya sudah tutup, kompleks ini sekarang jadi tempat wisata remaja-remaja lokal.
View dari Bukit A1
Dari situ kami mampir ke rumah Pak Supriyadi (yang sesama penumpang korban delay pesawat Batavia), beliau penjual batu satam (meteorit khas Belitung) yang bisa dijadikan perhiasan. Pak Supriyadi dan keluarga ramah banget, gue udah serasa mengunjungi rumah sodara.
Dari situ, kami ke lokasi shooting Laskar Pelangi dan foto-foto gila-gilaan di rerumputan.
 

SD Muhamadiyah Gantong - replika
Terakhir sebelum pulang, kami mampir ke bendungan tua, jaman Belanda. Foto-foto lagi.
Bendungan
Jalanan di Belitung kalo malam ternyata gelap gulita, ditambah ngga ada petunjuk jalan, serasa in the middle of nowhere... kalo nyetir sendiri udah nyasar ngga tau kemana.

Hari 3 :  KE PANTAI...!

Syukurlah hari ini cuaca cerah. Pulau.. I'm coming!

Dari hotel kami naik mobil ke pantai Tanjung Kelayang (ternyata dekat, 15 menit sudah nyampe), disitu kapalnya Pak Asnawi sudah menunggu.
Tanjung Kelayang

Tujuan pertama : PULAU LENGKUAS.

Dari jauh aja sudah kelihatan kalau pulau ini cantik dan fotogenik. Mercusuar berdiri diantara pohon kelapa, dan pasir putih yang halus sehalus tepung.  Buat elo yang hobi fotografi, bisa berjam-jam deh disini motret pemandangan.
PULAU LENGKUAS

Pantai Lengkuas
Seperti di pantai lain di Belitung, disini juga ada tumpukan batu-batu granit raksasa di sisi-sisinya. Kita bisa berendam di antara batu-batuan itu, udah serasa di whirlpool alami. Menyenangkan banget.


Natural Whirlpool :)

Pulau kedua : PULAU BURUNG.

Disini kami makan lunch box yang kami bawa dari hotel dan berenang lagi di pantainya sampai akhirnya hujan deras turun.
batunya emang mirip kepala burung

pantainya dangkal ngga ada ombak

snorkeling di PULAU BABI

Sayang karena mendung jadi karangnya ngga keliatan warna-warni. Sesudah snorkeling kami mendarat di sebuah pulau yang sepi banget. Pasirnya gembur banget, yang kalau jalan kaki kita ambles.

Disini Pak Asnawi nemu pohon kelapa rubuh, buahnya tinggal dipetik aja trus dikupas-kupas siap diminum. Asik banget deh, abis capek-capek snorkeling langsung dapet jatah kelapa muda.

Lokasi keempat : PULAU KELAYANG

Karena masih ada waktu, kami mampir ke P. Kelayang sebelum akhirnya kembali ke Pantai Tanjung Kelayang. Kami bilas-bilas di kamar mandi umum lalu naik mobil lagi ke pantai Tanjung Tinggi untuk duduk-duduk menikmati sunset yang ketutup awan mendung di atas batu-batu raksasa (itu lho.. lokasi shooting film Sang Pemimpi).

Terakhir : TANJUNG TINGGI

Sayang cuaca kurang bagus, ngga ada sunset hari ini. Tapi kami tetap foto-foto di antara batu-batuan raksasa. Cuaca buruk begini aja gue tetap kagum sama pantai ini.

Hari ini diakhiri dengan makan malam di Rumah Makan Rindu Pantai dan beli oleh-oleh kerupuk di Tanjung Pandan.

Hari 4 : Pulang

Rencananya pada mau ke gereja tapi berhubung salah jadwal jadi kami killing time dengan belanja souvenir di Gallery Tanjung Pandan dan ke toko batu satam (harganya lebih mahal dibanding Pak Supriyadi). Sebelum ke airport kami makan Mie Belitung 'Atep'.
Mie Belitung Atep
Berakhirlah sudah liburan kami di Belitung. Gue bersyukur banget, perjalanan pulang ke Jakarta berjalan lancar, Batavia Air kali ini jadwalnya on time.
-------------------------------------------------------------
What I love from Belitung :

SEAFOOD.
Selama disana kami makan seafood terus, puaas banget!! Ikannya sudah pasti segar, tapi sayangnya harganya lumayan mahal, 1 porsi harganya sekitar Rp 100 ribu-an.
PANTAI.
batu raksasa - pasir putih halus - air jernih tenang - speechless deh pokoknya - tinggal nyebur aja.
LASKAR PELANGI (movie location)
nonton filmnya trus foto-foto di lokasi nya... hihihi.... agak ngga penting sih sebenernya...
ORANG BELITUNG
Perekonomian penduduk Belitung relatif baik sehingga ngga ada tuh pengemis, pedagang asongan atau pengamen. Pokoknya sebagai turis nyaman deh disana. Salut buat orang Belitung!

So, exceed your expectation before you go to Belitung Island.


Map of Belitung

1 komentar:

AieSha mengatakan...

salam Laskar Pelangi! ;)