Selepas daerah pantai, gue memasuki pegunungan berhutan lebat, indah juga.
Dan gue sempat mampir di beberapa tempat sebagai berikut :
#Pantai batu biru
Di pantai ini berserakan batu-batu berwana biru kehijau-hijauan. Gue liat ada banyak tumpukan batu yang sudah dikumpulkan berdasarkan ukuran dan bentuk. Kayaknya oleh penduduk setempat dikumpulin untuk dijual.
#Desa tradisional dekat Bajawa (namanya gue ngga inget):
Seperti mayoritas orang Flores, penduduk desa ini beragama Katolik. Secara fisik mereka kelihatan sangar tapi sesudah kita ajak ngobrol mereka ramah dan suka tersenyum. Ngga peduli lagi sibuk mengerjakan sesuatu, kalau gue bertanya mereka akan selalu menjawab dengan senang.Keramahan yang tulus, bukan karena ngarep dikasih sesuatu sama turis.
#Pantai Aimere
Pantai ini penuh anak-anak kecil yang ramah ngajakin nyebur ke laut. Sayang langitnya berawan sehingga gue ngga bisa dapet foto sunset yang bagus.

Dari Aimere, Erik supir kami, bilang kalo Ruteng sudah ngga jauh lagi. Ternyata ngga jauhnya si Erik itu 3 jam perjalanan! Erik juga bilang kalo kita akan melewati hutan yang ngga ada penduduknya dan terkenal angker . Dia yang badannya kayak Gajah Mada aja takut lewat situ. Gue bete sebenernya, paling males deh kalo supir mulai cerita-cerita hantu kayak begini. Gue ngga mau tanya-tanya kapan dan dimana hutan itu berada, mending gue pura-pura merem trus tau-tau hutan itu sudah terlewati sehingga gue terbebas dari rasa serem. Eh ngga taunya pas kami lewat situ Erik pake menghidupkan lampu hazard mobilnya, jadi gue tau deh.. sebel.
Akhirnya gue sampe juga di Ruteng jam 9 malem. Pas banget sama jam tutupnya Penginapan Susteran Ruteng. Untung masih dapet kamar disitu (Rp 175K/mlm incl. sarapan dan air panas). Kamarnya bersih, Recomended deh.
Besoknya, jam 8 pagi gue meninggalkan Ruteng yang dingin menuju Labuan Bajo. Di jalan sempat liat sawah yang polanya kayak jaring laba-laba :


Keramaiannya cuma ada di sekitar pelabuhan aja. Di sepanjang pantai ada jalan kecil yang ruwet dan berdebu, penuh dengan kantor travel agent, dive shop, restoran, toko-toko dan penginapan. Di jalan itulah kantor travel agent Kanawa berada. Erik mengantarkan kami ke sana untuk check in. Sesudah itu gue belanja air minum di warung, dan didrop di pelabuhan untuk naik perahu boat ke Kanawa. Guepun dadah-dadah sama Erik.
Kanawa I'm coming!



3 komentar:
mba.. saya kemungkinan juni ke flores, boleh saya minta cp nya erick dan rekomendasi hotel nya. thanks sebelumnya
dado
dado12@yahoo.com
mba boleh minta no telp penginapan susteran ruteng.. thx :)
rila
urilucu@gmail.com
mba, saya mei ke flores, boleh minta no telp penginapan susteran ruteng?
makasih ya :)
rila
urilucu@gmail.com
Posting Komentar