Berawal dari tergiur sama tiket promo AirAsia akhir tahun 2009 yang lalu, Gue, mbak Dyah dan mbak Etiko mendadak mau traveling bertiga. Rutenya : Jakarta - Phuket - Hochimin city / Saigon - Jakarta. Durasi : 6 hari.
Kami beli tiket sendiri-sendiri, kordinasi dilakukan by phone aja. Karena gue paling muda jadi gue kebagian tugas booking hotel (ngga nyambung ya). Pas hari H, kami janjian ketemu di Bandara jam 10 pagi karena pesawat take off jam 11.20
Sesudah melewati imigrasi kami cari tempat enak buat ngobrol-ngobrol. Akhirnya kami masuk ke executive lounge gratisan dari kartu kredit mbak Dyah dan sambil nunggu proses gesek, kami langsung deh menyerbu makanan dan minuman.
Ngga taunya kartu kreditnya di-declined, jadi kami harus bayar cash karena sudah telanjur makan. Karena ogah rugi, kamipun niat mau makan sampe kenyang biar di pesawat ngga perlu beli makanan lagi.
Eh, mendadak datang rombongan tour ke Lounge itu. Ruangan jadi penuh sesak, ngambil makanan pun jadi antri panjang, fiiiuuhh... pokoknya suasana ruwet+ribet sampe kami kurang aware sama waktu yang udah mepet. Begitu sadar langsung deh kami lari2an ke boarding gate.
Ruang boarding udah kosong pas kami nyampe sana, dan saat kami masuk petugas Airasia-nya pun ngomong begini dengan sadisnya :"Kalian sudah terlambat dan tidak bisa masuk lagi, barang-barang kalian sudah dikeluarkan dari bagasi, silakan ambil di counter check in".
OMAIGAT,OMAIGAT,OMAIGAT!!!
Segala jurus bujuk rayu minta tolong ngga mempan. Sesuai aturan kata mbak sadis tadi, 20 menit sebelum keberangkatan gate sudah harus ditutup. Hiks... padahal masih ada 15 menit sebelum jadwal take-off.
Dan demikianlah saudara-saudara, tiga tiket Airasia promo super murah, jurusan Jakarta - Phuket yang kami beli sejak tahun lalu, yang selalu kami bangga-banggakan, HANGUS SUDAH.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar