Selasa, Desember 22, 2009

Jalan-jalan dengan ibu-ibu bag-1 (Bangkok)

Sebagai tour guide dadakan yang ngga berpengalaman, gue bikin rencana yang mengutamakan kunjungan wisata ke landmark -landmark utama di setiap kota sesudah itu baru deh belanja sampai malam.

Bangkok street food lovers
Ternyata rencana gue ngga sesuai dengan keinginan ibu-ibu itu. Bagi mereka belanja itu nomor 1, wisata? yah.. nomor ke sekian deh... Dan kalo ada rumor yang bilang orang Indonesia itu tukang belanja maka ternyata IT IS TRUE!!, Nggak bohong. Tapi tau ngga kenapa mereka kelihatan kalap kalau belanja?? karena semua sanak saudara, teman dan tetangga bahkan pembantu rumah tangga dapat oleh-oleh. Sepertinya tujuan dari traveling ini adalah : BELI OLEH-OLEH. Teman-temanku yang baik hati... gue cuma bisa ngingetin mereka : 'Nanti bawanya gimana?' (mengingat keterbatasan berat bagasi budget airline yang cuma 15 kg).

shopping shopping..
  Belanja di Bangkok memang menyenangkan, dan ngga ada matinya... Kami sempat ke Suan Lum , MBK dan pastinya ke Chatuchak, . Tempat jual souvenir t-shirt termurah ternyata ada di Wat Arun (temen gue sekali beli langsung selusin). Yang paling mahal sekaligus yang paling wajib adalah t-shirt Hard Rock Cafe Bangkok (dan kota-kota lainnya...) . Kayaknya sih semua yang dijual di Bangkok berhasil menyihir temen-temen gue, mulai dari makanan terutama jajanan pinggir jalannya, sampai perhiasan cincin dan anting emas, semuanya dibeli. Untunglah selain ke pasar-pasar itu kami juga mengunjungi Grand Palace, Wat Arun dan Wat Pho. Juga nonton pertunjukan tari Siam Niramit yang gue sendiripun baru sekali ini nonton. Jadi, tripnya masih rada-rada berbudaya, ngga belanja doang.

[Kejadian yang tidak menyenangkan]
Mencari Koper yang Hilang.. Hiks
 Dari Jakarta kami sepesawat dengan rombongan tour  ibu-ibu pejabat Dharma Wanita (kayaknya sih para istri petinggi TNI gitu deh...). Saat kami tiba di Bandara Suvarnabhumi Bangkok, tim penyambutan dari Kedubes RI sudah siap-sedia menyambut mereka. Dan saking sigapnya tim penyambutan itu koper temen gue terbawa oleh mereka (!!). Akibatnya rombongan gue jadi repot mesti lapor ke kantor lost and found, yang cuma menampung aja ngga ada tindakan apa-apa. Payah. Dengan canggihnya kami usaha sendiri dan berhasil menelpon kantor travel agentnya ibu-ibu pejabat tadi di Jakarta. Dan kami berhasil dapet nomer telpon tour leader mereka sehingga akhirnya tas yang terbawa itu mereka antarkan ke hotel kami. Happy Ending. Tapi, gara-gara insiden ini 4 jam waktu kami terbuang sia-sia.

Bangkok Airport
Singkat cerita akhirnya 2 hari 2 malam di Bangkok berakhir juga. Kami melanjutkan perjalanan kami ke Shenzhen dengan naik Airasia tanpa ada bagasi yang over weight. Sukses! hehehe... Tapi ada kejadian kurang mengenakkan di pesawat, di belakang kami duduk serombongan bapak-bapak Chinese yang kelakuannya primitif banget kayak orang ngga pernah sekolah. Pramugari dibikin ngamuk dan kami dibikin kesel... tapi ya sudahlah.. namanya juga lagi di negara orang. Beda negara beda budaya.

Sampai di Shenzhen, kami naik bis airport ke Luohu, lalu naik taksi ke Hotel Shanshui. Hotelnya bagus, modelnya minimalis. Dan kamipun tertidur dengan sukses.

Tidak ada komentar: