Jumat, Juni 08, 2007

Death Note - kalau manusia jadi Tuhan

Film ini nyeritain tentang sebuah buku yang judulnya: Death Note, bila kita menulis nama seseorang di buku ini sambil membayangkan wajahnya maka orang tersebut akan mati. Aneh kan? Buku ini sebenarnya milik dewa kematian (Shinigami) tapi kalau buku itu jatuh ke dunia manusia akan jadi milik yang menemukannya. Dan begitulah, ada Shinigami bernama Ryuk yang lagi demotivasi (hihihi... kayak pegawai ajah...), membuang buku tadi dan ditemukan oleh Yagami Light.

Tentang Light, dia adalah anak kelas akhir SMU yang memenuhi semua kriteria untuk jadi idola. Kepribadiannya cool, ganteng, nilai test masuk universitasnya paling tinggi se-Jepang dan pernah jadi juara nasional tenis waktu SMP. Setelah memiliki Death Note Light mulai belajar dari manual yang ada di halaman depan buku itu, segera dia bercita-cita ingin membersihkan dunia dari kejahatan dengan cara menulis nama-nama kriminal yang dimuat di koran/TV.

Shinigami Ryuk, dewa kematian pemilik asli Death Note selalu ngintil Light kemanapun dia pergi. Anehnya Ryuk sebagai seorang dewa bukannya memberi arahan moral ke Light bagaimana menggunakan Death Note tapi malah bersikap sebagai penonton atas sepak terjang Light. Ryuk menganggap manusia sebagai makhluk yang menarik.

Dibalik misteri kematian kriminal2 yang terjadi secara beruntun, masyarakat Jepang percaya ada pelakunya dan menjuluki tokoh ini sebagai Kira. Banyak yang suka sama aksi Kira tapi banyak juga yang menentang, termasuk Komisi HAM dan kepolisian Jepang. Bekerjasama dengan L detektif internasional asal Jepang, mereka menyelidiki siapa Kira sebenarnya. L seumuran Light, orangnya emang cerdas banget, eksentrik, selalu pake eyeliner hitam, seneng ngemil tapi badannya kurus. Gue ngefans banget sama dia.
Light dan L, dua-duanya jenius, saling adu strategi. L ingin membuktikan kalo Light adalah Kira sementara Light mencari cara agar bisa tetap memakai Death Note tanpa ketahuan kalo Kira adalah dirinya. Baik di versi layar lebar maupun kartun serinya , film ini ngga ngebosenin. Jalan ceritanya cepat dan karakter tokoh-tokohnya kuat. Kartunnya juga cukup memuaskan, gambarnya smooth dan hidup. Soundtracknya oke banget. Pokoknya ngga ada komplain deh sama film ini. Topiknya bisa jadi bahan pemikiran kita, bagaimana kalau manusia punya kemampuan menentukan hidup matinya orang lain, seperti Tuhan. Apakah itu suatu anugerah? atau musibah?

Nonton deh, it's highly recomended.

Tidak ada komentar: