Sabtu, Februari 10, 2007

Dari Katedral Notre Dame sampai Katedral Sacre Coeur

hotel de ville (city hall)
Di Paris ada satu rute metro yang boleh dibilang 'jalur turis' karena dari setiap stasiunnya selalu ada tempat wisata yang bisa dikunjungi dengan jalan kaki. Jalur tersebut adalah rute La Defense - Chateau de Vincennes. Kebetulan jalur metro tersebut yang ada di depan hotel kami.
Hari ini kami turun di stasiun Hotel de Ville. Begitu keluar tangga stasiun metro, langsung terlihat Hotel de Ville (atau City Hall), sebuah gedung tua yang cantik, dengan arena ice skating di halamannya.
Trus gue berjalan ke arah sebelah kiri bangunan ini dan menyebrang sungai Seine menuju gereja katedral Notre Dame de Paris.
Tau kan cerita Hunchback of Notre Dame, tokohnya Quasimodo yang buruk rupa tinggal di gereja ini. Di bagian pintu gereja jaman gothic ini ada detil ukiran yang bagus banget tentang tokoh-tokoh dalam Injil.
Bagian dalamnya ngga kalah indah, walaupun banyak turis seliweran suasananya tetap sepi dan syahdu . Gue duduk-duduk (eh gereja segede gini bangkunya dikit bener...) sambil melihat-lihat hiasan mozaik kaca di jendela-jendelanya , aduh bagus banget... Ternyata disini ada pelayanan pengakuan dosa juga dalam berbagai bahasa, trus ada juga sudut-sudut chapel untuk berdoa, di altarnya disediakan buku permintaan untuk menulis doa keinginan kita.
Ada mitos nih, di halaman depan gereja ini katanya ada koin logam, kalo kita nginjek koin tersebut kita bakal balik lagi ke Paris. Pas pulangnya gue niat banget, tiap nemu buletan logam di halaman gereja gue sempatin injak. Namanya juga usaha...
Lalu t
anpa tujuan yang jelas kami jalan lagi, sambil agak kehilangan arah juga karena sambil liat-liat toko-toko di Rue de Rivoli yang sedang pada discount. Disini discountnya kurang ok, masih lebih mahal dibanding di Jakarta.

Dan akhirnya kami menemukan Gedung Centre George Pampidou, tempat ini ngetop banget karena bentuknya yang unik, instalasi yang harus ada di dalam gedung dipasang diluar, membuat bangunan gedung ini terlihat unik dan futuristik. Masuk ke gedung ini gratis, kecuali ke Museum of Modern Art-nya di lantai atas (yg lewat tangga keren di luar itu), kita harus beli tiket. Saat itu di lobby sedang ada pameran komik Tintin. Pantes banyak rombongan anak kecil yang lucu-lucu.

Kami naik metro lagi ke stasiun Anvers untuk mengunjungi gereja Sacré Coeur (baca: sakre keur) yang lokasinya di atas bukit Montmartré. Sebenernya ada funicular (kereta) untuk naik bukit tapi kok ya pas dalam perbaikan.... jadi gue naik tangga sampe keringetan di udara dingin ini. Gereja ini lebih kecil dibanding Notre Dame tapi suasananya lebih serius, lebih banyak lagi orang yang datang untuk berdoa.

Tapi disekitarnya lebih meriah. Ada banyak toko-toko yang jual souvenir dan makanan. Disini juga ada dept store Tati yang kayaknya di Paris lumayan ngetop karena menjual barang dengan harga lebih murah, tapi kualitasnya ngga tau yaa. Gue perhatikan di area ini kita mesti hati-hati juga karena disini banyak orang-orang kulit item yang ngedeketin turis-turis.Yaa... bukannya rasialis ya tapi tau sendiri deh Paris kan punya problem dengan penduduk imigrannya. Oiya, masuk ke gereja ini ngga perlu bayar alias gratis. Tapi jangan berisik dan ngga boleh motret juga.

Malamnya kami ditraktir sama Pierre di restoran Indonesia yang harganya kalo dirupiahkan satu menu bisa buat orang sekantor makan-makan.


Hari selanjutnya diawali dengan mengunjungi teman, orang Indonesia yang tinggal di Paris sambil mengantarkan titipan, biasa... makanan. Dari situ tau ngga kami kemana? Ke KBRI. Ceritanya mau makan siang di kantinnya, ngga taunya udah kehabisan makanan. Jadinya malah ngobrol sama orang-orang Indonesia yang kebetulan lagi disitu. Abis itu kami cari makan siang dan jalan-jalan di sekitar situ. Nemu pasar tradisional, eh jadi belanja deh...

Sorenya kami pindah hotel, kami naik RER dan stay di hotel Disneyland yang jauh di luar kota.

Tidak ada komentar: