Avenue des Champs Élysées (baca : shams’elize), adalah nama jalan yang ngetopnya ke sluruh dunia disinilah gerbang Arch de Triomph berada.
Di kanan kiri jalan ini bangunan-bangunan kuno jadi tempat belanja kelas atas di Paris. Buat yang suka shopping barang-barang bermerk pasti suka kesini, dan buat orang seperti gue yang ngga belanjapun bakal tetap seneng jalan disini karena suasananya asik banget, trotoarnya lega dan gedung-gedungnya fotogenic.
Dari sana gue naik metro lagi ke stasiun Trocadéro, ngga sabar nih mau ke Menara Eiffel. Di Trocadero kita bisa bikin foto Eiffel standar (semua orang yang wisata ke Paris kudu punya) yaitu foto dengan latar belakang seluruh menara Eiffel . Kalo foto dari tempat lain Eiffel-nya kedeketan atau kejauhan jadi kayaknya kurang bagus, tapi tergantung yang motret juga sih... Trocadero sendiri adalah tempat yang asik buat duduk-duduk, terutama kalo udaranya ngga sedingin saat ini. Dari Trocadero ke arah Eiffel ada jalan yang baguus banget, melewati taman yang pohon-pohonnya gundul, dan kolam air mancur dengan patung-patung warna keemasan.
Di taman itu gue membuka bekal makan siang, trus makan sambil dikerubuti burung merpati yang kelaparan dan kedinginan. Siang itu cuaca memang ngga secerah hari sebelumnya. Di Eiffel kita bisa naik ke tingkat 1 atau 2 (lewat tangga atau lift) atau ke puncaknya (tingkat 3)untuk sampe ke lantai 3 kita harus membayar 11,5 €. Gue sih cukup menikmati dari bawah, kagum melihat strukturnya yang ribet banget.
Puas jalan di sekitar Eiffel (puas sih belum...kedinginan iya!), gue naik metro lagi ke Grand Palais (baca: grang paley) dan Petit Palais (baca: peti' paley) yang artinya istana besar dan istana kecil. Dua istana ini saling berhadapan. Saat itu di Grand Palais sedang ada pameran peninggalan Mesir kuno, tapi gue ngga masuk. Males keluar duit buat bayar tiketnya, hehehe... maklum baru hari pertama jadi masih shock curency, tahu sendiri kalo dirupiahkan harga-harga jadi muahal banget gituloh...
Dari depan istana ini kami jalan melewati jembatan paling cantik di Paris, namanya Pont Alexandre III. Sepanjang jembatan ada patung-patung di kanan kirinya, dan bangunan Les Invalides (baca: lesengvalid) yang megah berwarna keemasan di hadapan kita.
Les Invalides bener-bener mengesankan karena ukurannya yang gede banget. Disini ada Dome Eglise (gereja) , museum tentara (Musée de l'Armée) , makam Kaisar Napoleon I dan keturunannya serta pahlawan-pahlawan perang Perancis lainnya, tapi ternyata sudah tutup jadi gue rencanakan lain hari aja kesini lagi kalo sempat.
Trus gue naik metro lagi turun di St Paul (baca: sang poll). Gue jalan kaki menyusuri toko-toko di daerah Marais sampe ke Bastille. Di Marais ini gue melihat beberapa sinagoge (rumah ibadahnya orang Yahudi), dengan orang-orang yang berpakaian khas, gue nebak pasti orang Yahudi.
Begitulah.. hari pertama berlalu. Gue banyak jalan kaki hari ini tapi memang Paris harus dinikmati dengan jalan kaki, kan trotoarnya bagus dan lega... Gue juga menikmati naik kereta metro, asik lho kita bisa melihat kehidupan orang Paris secara langsung.
Trus gue naik metro lagi turun di St Paul (baca: sang poll). Gue jalan kaki menyusuri toko-toko di daerah Marais sampe ke Bastille. Di Marais ini gue melihat beberapa sinagoge (rumah ibadahnya orang Yahudi), dengan orang-orang yang berpakaian khas, gue nebak pasti orang Yahudi. Begitulah.. hari pertama berlalu. Gue banyak jalan kaki hari ini tapi memang Paris harus dinikmati dengan jalan kaki, kan trotoarnya bagus dan lega... Gue juga menikmati naik kereta metro, asik lho kita bisa melihat kehidupan orang Paris secara langsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar