Selasa, Oktober 31, 2006

Nonton Denias, Senandung di Atas Awan

Film ini menceritakan tentang seorang anak Papua bernama Denias. Seperti anak lainnya dia senang bermain. Kemana-mana selalu membawa bola kaki yang dimasukkan ke dalam tas yang disangkutkan di kepalanya. Dia juga senang berburu kuskus. Yang membedakannya dengan anak lain di sukunya, Denias anak cerdas dan ingin terus sekolah, seperti nyandu gitu sama belajar. Tadinya di desanya ada sekolah darurat tapi tutup karena gurunya pergi dan baru akan ada penggantinya lagi setelah 3 bulan.

Hal ini ditambah dengan pesan ibunya sebelum meninggal : Denias harus terus sekolah karena gunung takut pada anak sekolah. Trus gimana dong?
Denias pergi dari rumah adat di desanya, berjalan kaki 4 hari untuk datang ke sekolah beneran di Freeport, modalnya cuma nekad aja soalnya dia kan ngga punya uang sama sekali. Ini adalah alasan kenapa gue seneng banget sama film ini :

  1. Akting anak-anak desa Papua ini bener-bener wajar. Walaupun Denias diperankan oleh orang Maluku (kayaknya sih Albert AFI Junior) tapi dia bisa menjiwai banget. Pokoknya kalo dibandingkan sama artis sinetron TV yang suka histeris-histeris gitu jauh deh bagusan Albert.

  2. Kita bisa liat kehidupan dan tradisi suku asli Papua, upacara-upacara adatnya, cara hidupnya, bahkan logatnya pun Papua banget....

  3. Sepanjang film ini lo bakal ketawa terus, lucu banget. Tapi beberapa kali sempet agak terharu juga.

  4. Pemandangannya itu lho, ampuuun.... keren abis. Desanya Denias ada di tepi danau yang indah, pantulan langit & awan membuat danau itu seperti lukisan, belum lagi keindahan saat sunset di danau, luasnya padang rumput, terus pemandangan perbukitan di sekolah darurat. Bahkan beberapa kali ada pelangi yang tertangkap kamera. Mempesona...

  5. Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata, sesudah nonton film ini rasa nasionalisme kita bakal tergugah, betapa di negeri kita masih ada orang yang punya semangat dan enggak cengeng. Bisa jadi inspirasi buat rakyat Indonesia di jaman yang serba susah saat ini.

  6. Yang penting happy ending, I love it.

Menurut gue, film ini kalo diputer di luar negeri ngga malu2in, ikutan festival juga layak. Dan semoga makin banyak orang jadi terinspirasi bikin film bermutu dengan setting pemandangan alam yang indah seperti ini. Salut deh sama semua yang terlibat di pembuatan film ini, bikin lagi ya yang ngga kalah bagus!!!

Tidak ada komentar: