Minggu, September 10, 2006

Semalam di Guangzhou


Gue banyak membaca kisah-kisah para backpacker di China yang menggunakan alat transportasi kereta api. Menurut mereka, selain lebih murah mereka juga bisa melihat China yang sesungguhnya, membaur dengan kehidupan orang China secara langsung dan yang pasti bisa menikmati pemandangan yang indah dari jendela. Tapi daratan China sangatlah luas, perjalanan antar kota bisa makan waktu 24 jam bahkan lebih.

Tapi syukurlah, gue dapet kesempatan naik kereta di China. Gue naik kereta dari Hong Kong (Hung Hom station) jam 6 sore dengan tujuan ke stasiun Guangzhou East Railway Station. Keretanya bagus banget, terdiri dari 2 lantai dan ini kereta internasional maka sebelum berangkat kami sudah melewati imigrasi sehingga tidak ada lagi check imigrasi di perbatasan.

Kami sampai di Guangzhou East Railway Station sekitar jam 8 malam. Di pintu keluar kami tidak berhasil menemukan taxi resmi. Pas kami lagi celingukan, ada orang yg menunjuk ke bawah sambil teriak taxi, ternyata ada jalan menurun ke arah mall yg banyak taxinya. Thank God, pertolongan selalu datang saat kami clingukan :-) Kamipun mendapat taxi dan langsung menuju ke
Hotel Guangdong.
Beijing Lu


Sesudah check in, sekitar jam 9 malam kami menuju Bejing Lu (Lu=street). Tempat ini adalah pertokoan khusus pejalan kaki, mobil dilarang lewat. Toko2nya kebanyakan menjual pakaian, tapi semuanya discount dan gue jadi bingung mau mulai dari mana, soalnya kalau dikurs memang jadi lebih murah dari harga di Jakarta. Sayang toko2nya tutup jam 11 malam jadi kami sudah harus stop sebelum puas.

Dr. Sun Yat Sen Memorial Park

Paginya gue sempatkan pergi (sendirian kali ini, soalnya temen2 gue masih mau leyeh-leyeh). Dari hotel gue jalan ke kanan, ngga sampe 10 menit sudah sampai Dr. Sun Yat Sen Memorial Park, sebuah gedung cantik yang dikelilingi taman yang indah, isinya museum & aula tempat pak Doktor biasa berpidato. Tapi museumnya pake huruf china semua jadi gue lanjutkan jalan kaki ke Yuexiu Park.

Yuexiu Park


Yuexiu park lokasinya ada di belakang Dr Sun Yat Sen Memorial Park tapi ternyata pintu masuknya ngga gampang ditemukan, gue jalan memutari taman sampe keringetan barulah akhirnya berhasil menemukan Main Entrance-nya.

Baru masuk saja gue langsung suka sama taman ini, sayang sekali lagi sayang…waktu terbatas… Jadi gue batasi kunjungan ke taman ini dengan tujuan mencari Five Lambs statue, patung 5 ekor kambing simbol kota Guangzhou.

Beruntung banget warga Guangzhou ini, mereka bisa beraktivitas pagi-pagi di taman yang asik banget. Mereka dari segala usia tapi mayoritas para manula, ada yang tai-chi, sepak takraw, bulu tangkis, jogging, etc...etc atau cuma duduk-duduk ngobrol.

Sesudah menemukan si patung dan foto-foto dikit gue langsung kembali ke hotel, syukurlah gue melihat pintu keluar yang lebih dekat dengan hotel... waktu datang tadi terlewat abis huruf china semua petunjuknya.

.....pulang dengan panik

Jam 12 kami check out dengan bawaan yang sudah beranak cucu dan naik taxi ke Baiyun Airport. Mungkin karena saking seringnya naik pesawat kami jadi kurang konsentrasi membagi waktu, kami makan siang kelamaan, trus salah antri pula ke penerbangan domestik. Dengan waktu tinggal 30 menit kami ke imigrasi dan ternyata antriannya.....ampun puanjangnya!!!

Lepas dari imigrasi dan X-Ray bag check, Benks langsung kabur duluan secepat kilat menuju gate check in. Gue & Tata nyetop mobil2an bandara (ngga tau apa namanya) bayar 20 yuan untuk diantar pake ngebut ke gate check in. Sesampai di gate kami langsung lari lagi. Aduh…saat itu benar2 menegangkan dan menakutkan! Gue ngga mau lagi deh mengalami seperti ini. Gimana coba kalo ditinggal? mmmm... kayaknya kami bakal cari hotel & shopping lagi di Beijing Lu!! .... ;-)

Pesawat mendarat di Jakarta sekitar jam 18.30. Gue dan Tata sejak awal keberangkatan selalu ngga beruntung dengan antrian. Dan di bandara Sukarno Hatta kami ketemu lagi dengan antrian imigrasi yang nyebelin banget, ada yg cepet banget ada yang lelet banget. Nah, gue & Tata tentu saja ada di petugas yang lelet banget.

The trip is over ....
Malam itu kami makan malem bareng di Bintaro, nasi uduk yummy.... sambil mendiskusikan sekaligus evaluasi trip yang baru saja kami lalui. Memang masih ada kesalahan & kekurangan tapi ya maklum aja, debutan , kami sih ngga saling menyalahkan. Next time better layaw (amin.. moga2 ada rejeki kesana lagi.... gratis!! hehehe...). Gue sendiri merasa trip ini cukup berhasil, karena dari 9 hari jalan bareng, senang & susah bersama-sama, yg terkenang yang senang-senangnya aja.
Gue juga yakin kami bertiga ngga akan ngelupain perjalanan ini seumur hidup (kecuali kalo kena parkinson atau amnesia…amit-amit deh!). Bayangkan aja, kesulitan adalah makanan sehari-hari di negara asing yg bahasa & hurufnya ngga kami mengerti sama sekali, kemana-kemana kami memilih utk jalan sendiri tanpa guide, kami bolak balik naik pesawat : menghadapi turbulensi, take off- landing etc…etc…benar-benar trip yang full dengan doa, hehehe...

Tapi kalo diinget sekarang semua kesulitan itu malah jadi penuh kelucuan. Syukurlah kami bisa kembali ke Jakarta dengan selamat dan gembira. Terimakasih banget ya Tuhan, ku tunggu trip selanjutnya!

Tidak ada komentar: