Kamis, Agustus 24, 2006

Ni Hao Beijing!

Sesudah melalui penerbangan yang membosankan akhirnya kami tiba di Guangzhou jam 2 siang. Airport Guangzhou yang masih baru ini keren banget. Modern dan canggih dengan struktur besi-besi. Di airport ini kami harus mengambil ticket yg sudah kami pesan via website utk penerbangan selanjutnya ke Beijing. Huh, ternyata booking tiket via internet di elong ngga sesederhana yang gue perkirakan. Gue mesti telpon dulu ke call centernya, si operator minta bicara sama petugas ticketing di airport, telpon gue kasih, baru deh tiketnya nyampe ke tangan gue, maklum kendala bahasa. Gue pun bernapas lega ;-)

Kami lanjut terbang ke Beijing jam 7 malam dengan China Airlines, pesawatnya Airbus gede... baru kali ini gue naik pesawat seperti ini. Sayang keberangkatannya ditunda 1 jam karena cuaca di Beijing buruk. Kesan gue tentang China Airlines sangat bagus, penerbangan 3 jam ngga terasa lama, ada headphone dengan 14 channel musik, TV, makanan dan minuman, pramugarinya chica semua (china cantik maksudnya..) tapi tetep enakan tidur... 
Kami tiba di Beijing International Airport sekitar jam 12 malam, lalu naik taxi ke Far East Hotel. Taxi disini supirnya dikerangkeng dan setirnya di kiri jadi kami agak kagok terutama Benks yg duduknya di samping pak supir. Jalan keluar airport macet banget malam itu… sekitar 1 jam baru kami tiba di hotel, langsung mandi, dan tidur (lagi).

Cuaca paginya ternyata mendung, wah sedih deh... gue agak kuatir foto-fotonya nanti ngga bagus.. Tapi tetap semangat!! Sesudah sarapan langsung beli peta di resepsionis hotel dan bermodalkan peta tersebut kami jalan kaki ke Tian An Men Square.
Gue liat ternyata Far East Hotel berada di kawasan ideal buat turis dan backpacker, ada banyak hostel, toko souvenir, laundry service, tour & travel agent, warung makanan, dan.... restoran dgn bebek panggang dipajang di etalase, hmmm...peking duck! for dinner!!tonight!

Tian An Men
Forbidden City adalah kompleks istana Kaisar China yang sangat fotogenic, super duper keren banget, semua sudutnya cantik untuk difoto. Luas istana ini…..gak tau deh, rasanya seperti ngga ada habis-habisnya. Hampir semua bangunan dijadikan museum dan gallery, kalau mau melihat semuanya 1 hari mah ngga cukup. Hebatnya istana ini dibangun di abad 14-an dan masih terpelihara dengan baik sampe sekarang.


gerbang masuk Grand Palace - Forbidden City
Ngga kalah cantik adalah taman di bagian paling belakang istana (pintu Utara). Batang pohon-pohonnya meliuk-liuk dengan motif bergaris-garis, bahkan ada 2 pohon rantingnya menyatu di bagian atas. Pohon yang sangat romantis... 
Dari Forbidden City kami naik taxi ke Sogo utk makan dulu, dan ternyata kami jadi buta huruf di KFC, menunya ngga ada bahasa Inggrisnya, jadi tunjuk2 gambar aja. Sesudah makan cari taxi lagi ke Temple of Heaven.  

Temple of Heaven
Di Temple of Heaven, cuaca ngga lebih bagus. Gerimis. Disitu gue terkagum-kagum sama struktur pagoda yang kokoh dan detil ornamen yang terawat. Jaman dulu gituloh udah bisa bikin yg kayak gini.

Dari situ kami berniat mengunjungi pasar Panjiayuan tapi pas nyampe sana pas tutup, ya sudah deh kami lanjut ke Wangfujing Street. Kawasan pertokoan khusus utk pejalan kaki. Suasananya meriah banget. Menyenangkan.

Besoknya kami rencanakan untuk pergi ke Great Wall. Jadi sambil jalan pulang kami cari-cari paket tour kesana dari travel agent di sekitar hotel. Ternyata semua tour ke Great Wall berangkat jam 6 pagi, terlalu pagi utk turis yg doyan tidur spt kami... Untunglah gue nyimpen no telepon Carol my virtual friend yg tinggal di Beijing, dari dia kami menyewa mobil, trip kami jatuhnya jauh lebih murah dibanding paket travel agent di sekitar hotel.


Karena panjangnya Tembok China dan umurnya yang udah ngga keitung tua banget, maka banyak bagian yg sudah runtuh ngga layak dikunjungi. Ada beberapa tempat yang sudah dipugar untuk turis. Tempat tersebut adalah Badaling, Mutianyu dan Simatai. Yang paling 'turis banget' adalah Badaling, karena lokasinya yang dekat dengan Beijing (sekitar 1,5 jam). Yg lain lebih jauh tapi katanya lebih nyaman krn lebih sepi dari turis.

Dan kami memilih Badaling atas rekomendasi Carol. Kami dijemput di hotel jam 9 pagi sama supirnya Carol, mobilnya sedan VW dan supirnya ngga bisa bahasa Inggris hihihi....

What a dream comes true akhirnya gue menginjakkan kaki di Tembok Besar China.
 Serius, pemandangannya keren banget, pokoknya layak utk dijadiin gambar kartu pos, sejauh mata memandang adalah hijaunya pegunungan, dengan tembok yang meliuk-liuk mengikuti kontur bukit. Hari ini cuaca cerah banget, artinya panasnya ngga terkirakan, untunglah ini daerah pegunungan jadi masih ada semilir angin sejuknya.

Sesuai anjuran Carol kami naik cable car ke atas dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuruni tembok sampai exit gate dimana mobil kami parkir, jadi ngga cape jalan nanjak.


Seperti di tempat-tempat sebelumnya, disini turis yang datang buanyak banget dan kebanyakan turis lokal. Kerasa banget deh kalo kita berada di negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Dimana-mana ada kerumunan orang. Mereka sangat unik, kalo diperhatikan tingkah lakunya sangat berbeda dengan kita, kadang lucu kadang bikin kesel.

Ngga terasa sudah 2 jam lebih kami berjalan, tahu2 pintu keluar sudah di depan mata, trus kami segera masuk mobil lanjut ke tempat selanjutnya yaitu Summer Palace.

Summer Palace adalah tempat kaisar biasa mengundang teman dan keluarganya nonton opera. Tempatnya indah, ada danau yang luas dan tenang, di tengahnya ada temple dengan jembatan putih yang keren. Di seberang danau ada kapal dari pualam dan istana besar yang indah. Tapi karena udara panas banget dan matahari terlalu terik maka gue ngga menikmati tempat ini. Napas gue jadi pendek-pendek dan kulit gue serasa mau melepuh jadi sesegera mungkin balik aja deh ke mobil, merindukan dinginnya AC. Haduh... resiko traveling pas summer...Berhubung hari masih sore kami masih sempat ke bank (disana bank buka sampe jam 17.00) , tukar uang dan mampir ke Hard Rock Cafe Beijing.

Malamnya kesampaian juga kami makan peking duck
di restoran deket hotel. Bebek panggang yang kami pesan diiris-iris tipis trus dimakannya pake kulit lumpia basah. Aduh gue kok ngiler pas ngetik ini...

Sesudah itu jalan lagi ke Wangfujing street dan huh..ada kejadian yg menyebalkan tapi kami bertiga niat mau melupakan jadi ngga usah ditulis disini :(
Besok kami akan meninggalkan Beijing, menuju Shanghai dengan pesawat jam 7 pagi.