
Kami tiba di Pudong Airport sekitar jam 10 pagi , dan langsung cari travel agent yg ada di airport utk booking hotel, tentunya yg murah dan lokasinya downtown. Akhirnya kami memutuskan tinggal di Hotel Kai En (Kind Hotel) di Hong Kong Road. Untuk ukuran bintang dua hotelnya not too bad, harga ngga sampe Rp 300 rb utk 3 bed, lokasi deket Nanjing Road, di samping hotel ada seven eleven dan di depannya ada foot massage.
Shanghai lebih metropolitan daripada Beijing, disini gue bisa liat gedung-gedungnya lebih tinggi dan lebih padat lalu lintasnya. Orang-orangnya tampak lebih fashionable, keren-keren banget!!
Shanghai terbagi menjadi 2 wilayah oleh sungai Huang Pu : Pudong dan Puxi.Puxi adalah kawasan kota lama, bangunan2nya model kuno peninggalan Eropa. Disini terletak Nanjing Road, pusat pertokoan yang jalannya khusus untuk pejalan kaki. Ujung dari Nanjing Road ini adalah Peoples’s Square sedang ujung yang satunya lagi adalah The Bund, pelataran di tepi sungai Huangpu.Pudong adalah kawasan yang lebih modern dan baru dibangun. Disini terletak gedung-gedung pencakar langit, Pudong Airport dan Pearl Tower icon kebanggaan kota Shanghai.
![]() |
| The Bund di siang hari bolong |
Perjalanan siang itu kami mulai dengan jalan kaki ke The Bund yang panaas banget!! segera kami turun ke subway dan beli tiket kereta bawah tanah untuk menyeberang ke Pudong lewat terowongan. Keretanya kecil, hampir seukuran kereta gantung. Sepanjang terowongan ada laser warna warni dan narasi dgn kata2 yang ngga jelas nyeritain apa, lumayan menghibur terutama karena kesejukan aircon-nya...
| Pearl Tower |
Setibanya diseberang ketemu deh sama Pearl Tower, tiket naik tower ini mahal banget! jadi kami cuma foto2 didepannya dan lanjut ke subway train Lujiazui station di depan Tower.
Senangnya ada mesin tiket otomatis, jadi utk beli tiket kami ngga perlu ngomong sama petugas (suatu hal yg kami hindari banget : kendala bahasa). Kami turun di stasiun Shanghai Science & Technology Museum. Tempat yang bagus banget! Perpaduan gedung2 modern & taman. Absolutely recomended to visit.
Senangnya ada mesin tiket otomatis, jadi utk beli tiket kami ngga perlu ngomong sama petugas (suatu hal yg kami hindari banget : kendala bahasa). Kami turun di stasiun Shanghai Science & Technology Museum. Tempat yang bagus banget! Perpaduan gedung2 modern & taman. Absolutely recomended to visit.
![]() |
| Nanjing Road |
Kami balik naik subway train lagi ke stasiun People’s Square yang ternyata sedang direnovasi trus jalan kaki sepanjang Nanjing Road yang terang benderang oleh lampu, disini kami makan malam, masuk-keluar toko, foto-foto sampe akhirnya di ujung jalan ketemu lagi sama The Bund. Foto lagi...
![]() |
| Pearl Tower malam hari |
![]() |
| shopping street @Yuyuan |
![]() |
| Xintiandi |
Sorenya kami ke Xin Tian Di. Kawasan kota tua peninggalan penjajah (Perancis) yang bangunannya dilestarikan dijadikan cafe dan restaurant. Tahu kan kalo di tiap kota pasti ada tempat dugem, ’to see and to be seen’? untuk Shanghai disinilah tempatnya. Lumayan deh bisa cuci mata, liat para beautiful Shanghai people dugem di sini.
Sesudah puas duduk2 sambil ngopi di Xin Tian Di, kami naik subway train lagi ke People's Square. Malam itu kami ke Museum Madame Tussaud yang lokasinya di mall seberang People's Square. Patungnya top banget! beberapa kali gue ketipu, patung celeb China yg sama sekali ngga terkenal di negara kita gue pikir orang beneran.
Sebelum balik ke hotel, kami sempatkan foot massage di depan hotel. Waktunya kami memanjakan kaki kami yang udah jalan non stop 4 hari terakhir ini. Gue ambil Turkish massage, enak oy..
Malamnya, gue & Tata tidur nyenyak, tapi ngga dengan Benks, soalnya dia dengar suara anak kecil nangis di lorong depan pintu jam 3 pagi. Lain kali Benk, cari sumber suara itu beneran anak kecil atau.....
Besok kami akan ke Shenzhen dengan pesawat jam 10 pagi.
map of shanghai




