
Mana lebih enak, bisa melihat masa lalu atau bisa melihat masa depan?
Jawabannya : apalah bedanya jika kita tidak bisa mengubah keduanya.
Masa lalu tidak bisa diubah karena sudah terjadi.
Masa depan yang sudah digariskan tidak akan bisa diubah, kalaupun kita berusaha untuk mengubahnya justru akan menimbulkan penderitaan yang lebih besar.
Demikian diucapkan oleh Genji, bangsawan klan Okumichi tampan (sumpe gue penasaran, secakep apa sih Genji ini). Keturunan klan ini kebetulan punya kemampuan melihat masa depan.
Bagaimana kisah hidup Genji? orang tua Genji? Kakek-neneknya? Leluhurnya? Diceritakan masing-masing punya kisah cinta dan tragedinya masing-masing, lalu kisah cinta Genji sendiri, siapa yang akhirnya menjadi permaisurinya?
Kisah-kisah flashback yang awalnya seperti berdiri sendiri-sendiri pada akhirnya terajut dalam satu kesatuan kisah yang bener2 indah.
What a stunning and profound story!
Saking kreatifnya si pengarang (namanya Takashi Matsuoka), ada tokoh-tokoh yang bisa melihat masa lalu dan masa depan sehingga bisa berkomunikasi padahal mereka hidup terpisah ratusan tahun. Keren banget.
Terimakasih buat Eva yang udah minjemin buku ini dan Ratih sesama Japanese novel addict yang manas-manasin terus saat awal baca buku 1, yg alurnya agak2 lamban membuat gue jadi ragu utk nerusin baca. Waktu mulai baca buku ke-2 awalnya agak-agak mikir, apa ngga ketuker nih, harusnya baca buku 2 dulu kali... tapi sesudah baca lebih lanjut baru deh gue paham tentang semua kisah flashback maju mundur ini. Serius, buku ini layak dibaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar